Super League Ikuti Aturan Piala Dunia 2026, Gestur Tutup Mulut Bisa Berujung Kartu Merah

Super League Ikuti Aturan Piala Dunia 2026, Gestur Tutup Mulut Bisa Berujung Kartu Merah

Haris_Medium_dfc3c72d48.avif

Jumat, 4 September 2026 – 09:45 WIB

Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menyampaikan paparan itu dalam acara 'Refereeing Workshop For Media' di Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menyampaikan paparan itu dalam acara ‘Refereeing Workshop For Media’ di Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ada aturan baru yang bakal mewarnai kompetisi sepak bola Indonesia musim 2026/2027. PSSI memastikan Law of the Game (LOTG) 2026/2027 diterapkan di dua kompetisi Liga Indonesia, baik Super League maupun Championship termasuk aturan terkait gestur menutup mulut saat pemain terlibat konfrontasi dengan lawan.

Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menegaskan pemain yang menggunakan gestur tersebut dalam situasi provokatif bisa langsung diganjar kartu merah.

“Pemain yang menutup mulut sambil menyampaikan ujaran provokatif di pertandingan akan diberi kartu merah. Hal ini juga sudah diterapkan lebih dulu di Piala Dunia 2026,” kata Yoshimi Ogawa dalam ‘Refereeing Workshop For Media’ di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Aturan tersebut sebelumnya sudah diterapkan pada Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain larangan gestur tutup mulut dalam situasi provokatif, LOTG 2026/2027 juga memuat sejumlah perubahan lain.

Beberapa di antaranya terkait batas waktu pergantian pemain maksimal 10 detik, lemparan ke dalam dan tendangan gawang maksimal lima detik, serta penghapusan kartu kuning dalam situasi Denial of an Obvious Goal-Scoring Opportunity (DOGSO) ketika proses permainan dilanjutkan melalui advantage.

Tak Semua Gestur Tutup Mulut Berujung Kartu Merah

Meski demikian, Ogawa menegaskan tidak setiap gestur menutup mulut otomatis berujung kartu merah. Konteks dan situasi di lapangan menjadi pertimbangan utama wasit.

“Contohnya ketika dalam pertandingan internasional, ada dua pemain berasal dari klub sama tapi membela negara berbeda. Biasanya mereka berbicara satu sama lain dengan mulut ditutup oleh tangan. Dalam konteks dialog pertemanan, gestur tersebut dibolehkan,” ujar Ogawa.

Kartu merah dapat berlaku apabila pemain sengaja menutup mulut menggunakan tangan atau kaus saat terlibat konfrontasi provokatif dengan lawan.

Aturan ini juga sudah dirasakan para pemain yang tampil pada Piala Dunia 2026. Salah satu pemain yang terkena dampaknya adalah gelandang serang Paraguay, Miguel Almiron, saat menghadapi Turki pada laga Grup D.

Insiden tersebut terjadi pada masa injury time babak pertama. Almiron terlihat menutupi mulutnya dengan tangan ketika berbicara atau terlibat adu argumen dengan bek Turki, Mert Müldür.

Wasit yang memimpin pertandingan kemudian mengeluarkan kartu merah untuk Almiron, yang memperkuat Atlanta United.

Serupa itu, bek Ekuador, Piero Hincapie, juga merasakan dampak aturan serupa ketika timnya menghadapi Meksiko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Bek Arsenal itu pun harus mandi lebih cepat alias mendapat kartu merah.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 4 times, 4 visit(s) today