Dompet Dhuafa dan OJK Kembangkan Kampung Susu Lawu, Dorong Ekonomi Warga Magetan

Dompet Dhuafa dan OJK Kembangkan Kampung Susu Lawu, Dorong Ekonomi Warga Magetan

Program Indonesia Berdaya Dompet Dhuafa mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di Kampung Susu Lawu Singolangu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Magetan dan dukungan pendanaan dari Rohani Islam Otoritas Jasa Keuangan (ROIS OJK).

Pengembangan program dilakukan dengan memperkuat sektor peternakan, produk olahan susu, hingga sarana pemasaran. Salah satu fasilitas yang dikembangkan yakni Kafetaria Kampung Susu Lawu yang diarahkan untuk menyerap dan mengolah produk susu masyarakat.

Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro atau Kang Suyat mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi berbagai pihak penting untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“Program pemberdayaan seperti ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi dalam jangka pendek, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas masyarakat agar semakin mandiri dan berdaya. Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Dompet Dhuafa, Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya, dan OJK atas kolaborasi strategis ini,” ujar Kang Suyat, Jumat (4/9/2026).

Kampung Susu Lawu Didorong Jadi Sentra Ekonomi

Kang Suyat menyampaikan tiga harapan terhadap program tersebut. Pertama, penerima manfaat diminta mengelola bantuan secara amanah, termasuk menjaga aset dan menjalankan program dengan penuh tanggung jawab.

Kedua, program diharapkan terus dikembangkan sehingga memiliki nilai tambah, mampu menciptakan kemandirian usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketiga, diperlukan pendampingan secara menyeluruh dan berkelanjutan agar terbuka ruang kolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, Kampung Susu Lawu Singolangu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sentra ekonomi berbasis peternakan dan produk olahan susu.

Pengembangan Kafetaria Kampung Susu Lawu menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut. Fasilitas ini diarahkan untuk mendukung pengolahan produk susu sekaligus membuka ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bantuan Peternakan hingga Sarana Pemasaran

Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengatakan program tersebut merupakan kelanjutan dari pendampingan yang telah dilakukan selama beberapa tahun.

Penguatan program dilakukan setelah sektor peternakan terdampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Dukungan diberikan melalui penambahan sapi, perbaikan pengelolaan, serta penyediaan sejumlah sarana pendukung.

“Bantuan tahap awal mencakup penambahan sapi perah, sarana dan peralatan produksi, pengembangan fasilitas kafe, serta sepeda untuk mendukung pemasaran susu segar. Masyarakat juga mendapat pendampingan dan pelatihan. Pengembangan program tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga menjaga kualitas dan memperbanyak produk olahan susu,” kata Ahmad Juwaini.

Menurutnya, permintaan terhadap produk susu cukup baik. Tantangan berikutnya adalah meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas, serta mengembangkan produk olahan agar memiliki nilai tambah.

“Permintaan pasar cukup bagus. Tantangannya meningkatkan produksi, menjaga kualitas, dan mengembangkan produk olahan,” ujarnya.

OJK Dorong Literasi Keuangan Peternak

Kepala OJK Solo Mohammad Mufid menekankan pentingnya penguatan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro dan peternak.

Menurut Mufid, akses terhadap pembiayaan dan kemampuan mengelola keuangan dapat mendukung perkembangan usaha masyarakat. Program pemberdayaan tersebut juga diarahkan agar penerima manfaat tidak bergantung pada bantuan konsumtif.

“Akses terhadap pembiayaan dan pengelolaan keuangan yang baik diharapkan dapat mendukung perkembangan usaha masyarakat. Program tersebut tidak diarahkan sebagai bantuan yang bersifat konsumtif. Peternak diharapkan mampu mengembangkan usaha secara mandiri sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekitar,” kata Mufid.

Selain sektor susu, Kampung Susu Lawu juga menerima bibit tanaman kopi varietas arabika. Kopi tersebut diarahkan untuk dikembangkan menjadi arabika Sarangan.

Dukungan bibit kopi tersebut turut melibatkan Kafe OJe Sweet Yummy yang berada di Jalan Hasanudin No. 18, Selosari, Magetan, Jawa Timur.

Visited 1 times, 1 visit(s) today