Agar PTS Tetap Hidup, Paramadina Apresiasi Kemdiktisaintek Batasi Mahasiswa Baru Masuk PTN

Agar PTS Tetap Hidup, Paramadina Apresiasi Kemdiktisaintek Batasi Mahasiswa Baru Masuk PTN

Iwan Medium.jpeg

Selasa, 10 Maret 2026 – 21:22 WIB

Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza. (Foto: Dok. Universitas Paramadina).

Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza. (Foto: Dok. Universitas Paramadina).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza mengapresiasi kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk membatasi penerimaan mahasiswa baru (maba) jenjang S1 di perguruan tinggi negeri (PTN).

“Patut diapresiasi dan didukung segera pelaksanaannya. Kebijakan ini membawa angin segar dan harapan baru bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia, kata Handi di Jakarta. Selasa (10/3/2026).

Pernyataan Handi merespons Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek, Prof Mukhamad Najib menjelaskan, ide pembatasan jumlah penerimaan jenjang S1 di PTN, selaras dengan rencana Kemdiktisaintek.

“Kemdiktisaintek memang akan membatasi jumlah kuota penerimaan jenjang S1 di PTN. Terutama untuk PTN yang punya status Berbadan Hukum atau PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum),” kata Najib, Jakarta, Rabu (12/2/2026).

Masih kata Handi, pembatasan penerimaan S1 di PTN merupakan angin segar bagi PTS. Bayangkan, total daya tampung penerimaan mahasiswa baru di PTN pada 2025 (SNBP, SNBT, dan Mandiri) ditetapkan 626.941 mahasiswa.

Tersebar di 146 PTN, yang terdiri dari 76 PTN akademik, 44 vokasi, dan 26 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Jumlah tersebut didominasi PTN yang berstatus PTN-BH. Jika dirata-ratakan jumlah mahasiswa baru yang masuk PTN sebesar 4.294 orang.

Lebih miris lagi jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang kuliah di PTN dan PTS. Data Badan Pusat Statistik (BPS), menunjukkan, dari 127 PTN saat ini, menampung mahasiswa sebanyak 4.408.472 dan dosen pengampu sebanyak 98.137.

“Artinya, rata-rata PTN memiliki jumlah mahasiswa sebanyak 34.712 dan dosen pengampu sebanyak 772. Artinya, rasio dosen dan mahasiswa sebanyak 45 per kampus,” ungkap Handi.

Bandingkan dengan PTS, dari 2.713 jumlah PTS saat ini, menampung 4.833.473 mahasiswa dan dosen pengampu sebanyak 169.638. Artinya, rata-rata PTS memiliki jumlah mahasiswa sebanyak 1.781, dan dosen pengampu 62 orang. “Rasio dosen dan mahasiswa sebanyak 28,” kata Handi.

Saat ini, kata dia, banyak PTS mengalami penurunan jumlah mahasiswa hingga 20-30 persen. Bahkan ada PTS yang sudah tidak kebagian mahasiswa baru. Turunnya jumlah mahasiswa tentu saja memengaruhi penerimaan PTS yang 95 persen berasal dari uang kuliah mahasiswa.

“Beban berat operasional kampus yang ditanggung PTS akan sangat berdampak pada peningkatan kualitas dan keberlangsungan PTS. Oleh sebab itu, perlu intervensi pemerintah,” kata Handi.

Ke depan, lanjutnya, Kemdiktisaintek perlu membuat langkah terobosan dalam membantu pembiayaan PTS. Salah satu inisiatif yang bisa dilakukan adalah pemberian Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPT) bagi PTS, yang selama ini, hanya dinikmati PTN melalui BOPTN.

“Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban operasional kampus swasta serta biaya pendidikan mahasiswa, dengan prinsip keadilan yang setara. Apalagi, PTS juga memiliki tugas dalam mewujudkan amanah konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 7 times, 1 visit(s) today