Istana Golestan yang merupakan situs warisan dunia UNESCO di ibu kota Iran, mengalami kerusakan akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada awal Maret 2026. (Foto: The Globe and Mail/Hossein Esmaeili)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Eskalasi militer yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga mulai mengikis jejak peradaban dunia. Laporan terbaru menyebutkan sedikitnya 140 situs warisan budaya yang tersebar di 20 provinsi di Iran mengalami kerusakan serius akibat gelombang serangan gabungan AS dan Israel.
Berdasarkan data yang dirilis kantor berita pemerintah Iran, IRNA, kerugian materiel akibat kerusakan artefak dan bangunan bersejarah ini diperkirakan mencapai US$49 juta atau setara Rp837,4 miliar. Angka ini menjadi tamparan keras bagi upaya pelestarian budaya global di tengah kecamuk perang.
Menteri Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Iran, Reza Salehi Amiri, menegaskan bahwa nilai kerugian tersebut masih bersifat sementara. “Ini adalah data awal. Angka pastinya kemungkinan besar akan membengkak seiring dengan evaluasi mendalam yang masih terus berlangsung di lapangan,” ujar Amiri dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).
Teheran Jadi Wilayah Terdampak Parah
Ibu kota Iran, Teheran, dilaporkan menjadi wilayah dengan kerusakan situs sejarah paling masif. Tercatat ada 63 situs warisan budaya di kota tersebut yang terkena dampak langsung maupun tidak langsung dari gempuran militer.
Kondisi memprihatinkan juga terjadi di Isfahan, kota yang dikenal sebagai ‘separuh dunia’ karena kekayaan arsitektur Islamnya, dengan 23 situs yang rusak. Sementara di Provinsi Golestan, tercatat 12 situs mengalami kerusakan.
Amiri menambahkan bahwa serangan tersebut menyebabkan kerusakan luas pada aset budaya yang merupakan identitas nasional bangsa Iran.
Jejak Konflik dan Gencatan Senjata
Gempuran terhadap situs-situs bersejarah ini merupakan buntut dari serangan gabungan yang dilancarkan AS dan Israel pada 28 Februari lalu. Iran tak tinggal diam dengan membalas melalui hujan drone dan rudal yang menyasar aset militer Israel serta pangkalan AS di Yordania, Irak, dan kawasan Teluk.
Konflik ini sempat melumpuhkan urat nadi ekonomi dunia saat Iran membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz. Namun, secercah harapan muncul pada Selasa pekan ini setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu melalui mediasi Pakistan.
Langkah ini dipandang sebagai pintu masuk menuju kesepakatan damai yang lebih luas untuk menghentikan konflik yang telah menelan ribuan korban jiwa. Meski senjata mulai diam, luka pada dinding-dinding bersejarah di Teheran dan Isfahan tetap menjadi saksi bisu betapa mahalnya harga sebuah peperangan.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










