IMPACT Digital Media Forum 2026 di PIK2 Signature Marketing Gallery, Rabu (17/6/2026). (Foto: inilah.com/Harris Muda)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Praktisi industri kreatif sekaligus Creative Director Inilah.com, Rebby Noviar, menegaskan pentingnya kemampuan beradaptasi di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, AI menjadi salah satu perkembangan teknologi yang sulit dibendung dan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, masyarakat perlu mulai memahami dan memanfaatkan teknologi tersebut sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.
“Ya, jadi kalau perkembangan yang akan sulit dibendung adalah salah satunya tadi, soal AI, gitu ya. Jadi AI itu memang hari ini banyak orang yang sudah begitu bergantung terhadap AI,” kata Rebby saat menjadi pembicara dalam IMPACT Digital Media Forum 2026 di PIK2 Signature Marketing Gallery, Rabu (17/6/2026).
Ia menilai tantangan terbesar saat ini bukan pada kehadiran AI itu sendiri, melainkan pada kesiapan sumber daya manusia dalam memahami dan menggunakannya secara optimal.
Menurut Rebby, banyak orang ingin langsung menggunakan teknologi terbaru tanpa membangun fondasi pengetahuan yang memadai. Padahal, literasi digital dan pola pikir yang tepat menjadi faktor utama agar teknologi dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Cuma yang memang jadi PR-nya itu adalah bagaimana literasinya ditingkatkan gitu ya, dari fundamentalnya dulu nih, mindset-nya dulu yang memang kadang orang skip gitu, langsung ke step selanjutnya dulu,” ujarnya.
Rebby menekankan perkembangan teknologi seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman yang harus dilawan. Sebaliknya, masyarakat perlu melihat AI sebagai peluang yang dapat membantu pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien.
“Nah, terus yang selanjutnya juga bagaimana kita bisa memahami gitu ya. Dengan adanya teknologi yang enggak bisa dibendung itu, bagaimana kita bisa melihat gitu bahwa itu bukan jadi persaingan buat kita,” katanya.
Perdebatan mengenai kemungkinan AI menggantikan peran manusia masih terus berlangsung di berbagai sektor. Namun menurut Rebby, kekhawatiran tersebut tidak sepenuhnya tepat.
Ia berpendapat AI tidak akan menggantikan manusia secara langsung. Yang berpotensi tersingkir justru mereka yang tidak mau belajar dan beradaptasi dengan teknologi baru.
“Sebenarnya AI itu tidak akan bisa menggantikan peran manusia sebetulnya. Mungkin yang akan tergantikan adalah manusianya yang tidak bisa beradaptasi terhadap perkembangan. Jadi nanti mungkin manusia yang tidak memanfaatkan AI, akan digantikan oleh manusia yang bisa memanfaatkan AI,” tegasnya.
Rebby menilai laju perkembangan AI saat ini berlangsung sangat cepat. Kemampuan teknologi yang tersedia saat ini jauh lebih maju dibandingkan satu atau dua tahun lalu, dan kemungkinan besar akan terus berkembang dengan kemampuan yang semakin kompleks pada masa mendatang.
“Jadi pada akhirnya seperti itu, karena memang teknologi seperti itu tidak bisa dibendung. Mungkin kita bisa melihat ke belakang, setahun yang lalu, dua tahun yang lalu, teknologi AI mungkin tidak secanggih hari ini dan mungkin setahun, dua tahun, tiga tahun ke depan, kita enggak tahu AI bisa bikin apa lagi,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai membangun kemampuan adaptasi, meningkatkan literasi digital, dan memanfaatkan AI sebagai alat bantu yang dapat memperkuat kreativitas, produktivitas, serta daya saing di era ekonomi digital.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














