Akhiri Rivalitas Budaya, Malaysia Gandeng Indonesia untuk Promosikan Batik ke Mata Dunia

Akhiri Rivalitas Budaya, Malaysia Gandeng Indonesia untuk Promosikan Batik ke Mata Dunia

Memasuki persiapan program Visit Malaysia 2026 (VM2026), badan promosi pariwisata Tourism Malaysia resmi meluncurkan kampanye internasionalnya di Belanda. Tidak sekadar menawarkan pesona pantai atau gedung pencakar langit, Malaysia kini berfokus mengusung tema Surreal Experiences yang menonjolkan kekayaan warisan budaya lokal, dengan batik sebagai sorotan utamanya.

Direktur Jenderal Tourism Malaysia, Sharifah Hafsya Yaziz, mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya berupaya penuh untuk menampilkan warisan budaya Malaysia ke mata dunia. Langkah perkenalan ini diawali melalui ajang Jalan Jalan Festival di Belanda.

Dalam festival tersebut, Tourism Malaysia memperkenalkan karakter Wira dan Manja sebagai duta budaya batik yang baru. Melalui figur cendera mata dan kartu pos edisi khusus bermotif batik asli, kampanye ini bertujuan menghidupkan cerita kebanggaan dan identitas kultural Malaysia kepada para pengunjung di Eropa.

“Wawancara langsung dengan para pengunjung Belanda dan Indo-Belanda selama perayaan Visit Malaysia 2026 memberikan respons yang sangat positif. Saat kami membagikan figur batik dan kartu pos, kami mendapat dukungan tulus terhadap warisan budaya kami,” ujar Sharifah dalam keterangan resminya.

Sharifah turut mengklaim bahwa banyak pengunjung dari komunitas Indo-Belanda yang antusias menandatangani papan dukungan terhadap pencalonan batik Malaysia ke Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

Batik sebagai Warisan Bersama Asia Tenggara

Pihak Tourism Malaysia memosisikan batik bukan sekadar kain, melainkan warisan budaya bersama Asia Tenggara yang disatukan oleh seni kuno pewarnaan rintang lilin.

Dalam narasinya, Tourism Malaysia mengakui bahwa Indonesia memiliki posisi yang istimewa dan historis dalam sejarah batik dunia. Kendati demikian, Malaysia mengklaim bangga menampilkan ciri khas batiknya tersendiri yang lahir dari tangan terampil para seniman lokal di kawasan Terengganu dan Kelantan.

Era Baru Diplomasi Budaya: Dari Rival Menjadi Sekutu

Lebih lanjut, Tourism Malaysia menyoroti perubahan luar biasa dalam dinamika hubungan diplomatik antara Malaysia dan Indonesia selama satu dekade terakhir. Pihaknya menyatakan bahwa kedua negara serumpun ini kini telah beralih dari yang sebelumnya kerap dipandang sebagai pesaing, menjadi sekutu strategis dalam diplomasi budaya.

Alih-alih saling bersaing, Malaysia meyakini bahwa dukungan dari Indonesia dapat menjadi salah satu kunci penting untuk melindungi dan memperkuat posisi budaya Malaysia secara hukum di kancah internasional.

Melalui semangat kolaborasi ini, Tourism Malaysia mulai memperkuat kehadirannya di Indonesia lewat berbagai inisiatif yang menampilkan sentuhan modern dari desain batik Malaysia. Tujuan akhir dari diplomasi budaya ini adalah untuk mengikutsertakan motif-motif batik khas Malaysia ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage) UNESCO.

Melalui program Visit Malaysia 2026, pemerintah Negeri Jiran berharap inisiatif ini tidak hanya mendorong pertumbuhan pariwisata internasional, tetapi juga mewujudkan manfaat ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal di masa mendatang.

Visited 1 times, 1 visit(s) today