Analisis Pakar: Kunjungan Ratu Maxima Buktikan RI Berkinerja Tinggi

Analisis Pakar: Kunjungan Ratu Maxima Buktikan RI Berkinerja Tinggi

Ikhsan Medium.jpeg

Senin, 24 November 2025 – 23:34 WIB

Ratu Maxima disambut oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi saat mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (24/11/2025) malam. (Foto: Antara/Muhammad Iqbal)

Ratu Maxima disambut oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi saat mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (24/11/2025) malam. (Foto: Antara/Muhammad Iqbal)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Lawatan Ratu Belanda, Maxima, ke Indonesia pada 24-27 November 2025 menarik perhatian serius para akademisi. Kunjungan Ratu yang hadir dalam kapasitasnya sebagai Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesehatan Finansial (UNSGSA) ini dipandang lebih dari sekadar agenda diplomatik, melainkan refleksi dari tingginya upaya dan komitmen Indonesia membangun arsitektur keuangan nasional yang inklusif dan berdaulat.

Teuku Rezasyah, pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran (Unpad), menegaskan bahwa kedatangan Ratu Maxima adalah validasi bagi Jakarta. “Bagi Indonesia, kunjungan ini membuktikan dirinya sebagai negara yang berdaulat dan berkinerja tinggi, dan sedang berjuang keras membangun arsitektur keuangan inklusif,” ujar Rezasyah di Jakarta, Senin (24/11/2025).

Literasi Finansial: Kunci Kesejahteraan Bangsa

Rezasyah menyoroti bahwa isu kesehatan finansial, yang menjadi fokus utama UNSGSA, sangat relevan dengan kondisi demografi Indonesia. Dengan penduduk yang terbagi dalam berbagai skala ekonomi dan pendidikan, peningkatan literasi finansial menjadi kebutuhan mendesak.

Ia optimistis, kunjungan Ratu Maxima ini dapat menjadi katalis yang efektif dalam upaya meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia mengelola kebutuhan ekonomi dan finansial secara bertanggung jawab. Jika literasi ini meningkat, maka secara otomatis kualitas hidup masyarakat juga akan semakin baik.

“Indonesia patut mengakui bahwa kunjungan ini dapat berdampak pada berbagai aspek seperti transaksi perbankan, pengurusan tabungan, serta pengajuan kredit,” kata akademisi itu, menggarisbawahi dampak praktis yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dari kebijakan yang dihasilkan.

Belanda Mitra Pembangunan, Bukan Lagi ‘Penjajah’

Rezasyah juga memandang kunjungan ini sebagai penegasan atas citra baru yang kini diemban Belanda di mata dunia. Dengan keunggulan ekonomi dan pembangunan yang dimilikinya, kehadiran Ratu Maxima sebagai penasihat PBB untuk kesehatan finansial memperkuat posisi Belanda sebagai pemimpin di bidang tersebut.

“Belanda dapat menjadi contoh dalam meningkatkan kualitas pembangunan di banyak negara di dunia,” katanya.

Secara politis, lawatan UNSGSA ini dinilai sangat penting bagi narasi hubungan bilateral kedua negara. Rezasyah menegaskan bahwa kunjungan ini sekaligus menegaskan kembali bahwa citra Belanda sudah berubah dari sekadar “mantan penjajah” menjadi mitra pembangunan yang penting bagi Indonesia dalam menjajaki masa depan ekonomi global.

Seperti disampaikan Pusat Informasi PBB di Indonesia (UNIC) pada Sabtu (22/11/2025) lalu, Ratu Maxima dijadwalkan melawat ke Jakarta dan Surakarta. Di sana, ia akan berdiskusi intensif dengan para pengguna layanan keuangan, perwakilan pemerintah, lembaga keuangan, hingga pelaku bisnis layanan keuangan dalam upaya meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan finansial masyarakat.

Puncak dari lawatan ini, Ratu Maxima akan bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan hasil temuan dan kesan dari kunjungannya selama empat hari, yang diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan konkret bagi arsitektur keuangan Indonesia.

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today