Ariel Noah dan Kontroversi Masa Lalu, Tepatkah Perankan Dilan ITB 1997?

Ariel Noah dan Kontroversi Masa Lalu, Tepatkah Perankan Dilan ITB 1997?

Penunjukkan musisi Nazril Irham alias Ariel sebagai aktor utama dalam film Dilan ITB 1997 memicu pro dan kontra di kalangan publik.

Sebagian warganet menyambut antusias, dan menganggap karakter Ariel yang berkarisma dan berjiwa bebas cocok memerankan sosok Dilan. Namun, tak sedikit pula yang mempertanyakan keputusan tersebut, baik dari segi usia maupun rekam jejak sang musisi di masa lalu.

Secara karakter, Ariel boleh dikatakan pas dengan citra Dilan yang identik dengan dunia motor dan sikap pemberontak khas anak muda Bandung. Namun, sebagian publik menyoroti faktor usia hingga ‘jejak kelam’ Ariel, mengacu pada kasus hukum yang pernah menjeratnya di masa lalu.

Tak pelak, rumah produksi Falcon Pictures, yang menggarap film adaptasi novel karya Pidi Baiq tersebut, turut menjadi sasaran kritik saat pengumuman Ariel beberapa hari lalu.

Banyak warganet menilai pemilihan Ariel sebagai Dilan tidak realistis dari segi timeline film. Mereka menyoroti perbedaan usia pemeran dengan karakter yang seharusnya baru menginjak bangku kuliah.

“Dari Arbani ke Ariel ini langsung S3 apa gimana?” tulis salah satu warganet di kolom komentar unggahan Falcon Pictures, dikutip di Jakarta, Jumat (07/11/2025). 

“Dilan ini waktu pas film 1 kelas berapa dah? Masa sampai film Ancika 1995 dari film pertama Dilan 1990 enggak lulus-lulus SMA? Terus juga pas di Ancika pemerannya Arbani, yang tipikal mukanya jauh dari Boril, apalagi di film ini nanti selisihnya cuma dua tahun dari Ancika. Timelinenya aneh,” keluh warganet lain di platform X.

Kontroversi Ariel Noah

Nama Nazril Irham alias Ariel pernah menjadi sorotan besar publik Indonesia pada 2010 silam akibat keterlibatannya dalam kasus video pribadi yang beredar luas di internet. Kasus tersebut juga menyeret dua figur publik lain, Luna Maya dan Cut Tari.

Akibat peredaran video itu, Ariel dijerat dengan pasal terkait Undang-Undang Pornografi dan UU ITE, meski ia menegaskan video tersebut bersifat pribadi dan bukan untuk disebarluaskan. Ia kemudian divonis 3,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung pada 2011.

Ariel bebas bersyarat pada 2012, ia sudah menjalani 2/3 hukuman, kemudian mendapatkan keringanan masa pembebasan bersyarat terhitung 23 Juli 2013 sampai 21 September 2014.

Sejak saat itu, Ariel berusaha membangun kembali kariernya di dunia musik. Bersama rekan-rekannya, ia mendirikan kembali band dengan nama baru, NOAH, menggantikan nama lama Peterpan.

Kebangkitan Ariel dan Noah justru menjadi salah satu kisah comeback paling sukses di industri musik Indonesia. Ia dikenal menjaga kehidupan pribadinya lebih tertutup, fokus berkarya, dan terlibat dalam berbagai proyek sosial serta kolaborasi lintas generasi.

Kini, keterlibatannya dalam proyek film Dilan ITB 1997 menandai langkah baru Ariel, setelah lebih dari satu dekade menata kembali reputasinya pasca-kasus hukum yang sempat mengguncang dunia hiburan Tanah Air.

Alasan Ariel Terima Proyek Film Dilan ITB 1997

Ariel mengatakan, salah satu pendorong utamanya terlibat dalam film adalah misi pribadi untuk merasakan kehidupan sebagai mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), impian yang kandas setelah ia gagal lolos tes masuk Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) di masa lalu.

Ariel, yang didapuk memerankan Dilan versi ‘dewasa’ dalam dua film sekaligus, Dilan ITB 1997 dan Dilan Amsterdam, mengaku bahwa peran ini adalah kesempatannya untuk mewujudkan bayangan masa mudanya yang hilang.

“Melalui ini (film Dilan) kayaknya saya bisa ngerasain deh jadi anak seni rupa ITB,” ungkap Ariel dalam konferensi pers di kantor Falcon Pictures, Jakarta, Rabu (5/11/2025).

“Karena begitu kepikiran mau jadi anak seni rupa pas kuliahan nanti gini, pakaiannya, pergaulannya itu udah kebayang. Bayangan itu hilang pas enggak diterimanya. Jadi ini salah satu kayaknya saya bisa menggambarkan itu ada di kepala versi Ariel kalau keterima di seni rupa ITB tuh kayak gimana sih,” tuturnya.

Visited 3 times, 1 visit(s) today