Personel Komponen Cadangan (Komcad) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) melakukan atraksi keterampilan usai upacara penetapan Komponen Cadangan SPPI gelombang 3 tahun 2025 di Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (12/7/2025). (Foto: Antara/Aditya Nugroho/nym)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menegaskan, program pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak sama dengan wajib militer. Para peserta dipastikan tetap mengedepankan fungsi sipil dan kembali ke profesi masing-masing setelah pelatihan selesai.
Kepala Pusat Komcad Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kemhan RI, Hengki Yuda Setiawan, menjelaskan bahwa program ini adalah upaya memperkuat kesiapsiagaan warga negara melalui pembekalan kemampuan dasar militer.
“Komcad bukan wajib militer. Komcad adalah ketika teman-teman ASN kembali kepada profesinya,” kata Hengki di Kantor Kemhan RI, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).
Hengki menambahkan, manfaat pelatihan ini mencakup penguatan pribadi maupun instansi. Ia meminta publik tidak hanya mengaitkan Komcad dengan ancaman perang fisik atau militer semata.
“Dan ini merupakan hal yang luar biasa, baik itu untuk instansinya akan berguna, dan juga untuk pribadinya juga berguna. Dan yang perlu dipahami, Komcad ini jangan berpikir atau terokupasi hanya untuk ancaman militer,” ujarnya.
Menurutnya, ASN yang tergabung dalam Komcad juga disiapkan untuk menghadapi ancaman nonmiliter atau nirmiliter yang secara regulasi menjadi ranah kementerian dan lembaga.
“Tetapi Komcad ini sesungguhnya juga dalam menghadapi ancaman nirmiliter. Di mana sesuai dengan undang-undang, ancaman nirmiliter itu adalah ranah dari kementerian lembaga,” kata dia.
Berbeda dengan pelatihan Komcad umum, kurikulum untuk ASN telah disesuaikan dengan kebutuhan kedinasan. Kemhan memberikan ruang bagi kementerian lain untuk menyuntikkan materi penguatan ASN sesuai tupoksi masing-masing.
“Ya, tentunya pelatihan untuk teman-teman ASN kementerian ada berbeda. Di samping kurikulum yang sudah kita siapkan secara baku untuk komponen cadangan, kita juga memberikan tambahan. Yaitu materi-materi dari beberapa kementerian yang bersedia memberikan materi tentang penguatan ASN,” jelas Hengki.
Selain materi teknis, pelatihan ini menekankan pada aspek psikologi lapangan, terutama dalam hal ketangguhan mental dan kemampuan memecahkan masalah saat menjalankan tugas negara.
“Dan yang lebih penting lagi, materinya yang berbeda tadi kami juga akan sampaikan, untuk psikologi-psikologi lapangan. Seperti bagaimana problem solving. Selama ini kalau kita mau jujur bahwa kadang ketika kita ada masalah, kita tidak tahu bagaimana cara memecahkannya, sehingga kita stuck,” tuturnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














