Awas! Masih Muda Belum Tentu Siap HYROX, Dokter Ingatkan Hal Ini Jadi Kunci

Awas! Masih Muda Belum Tentu Siap HYROX, Dokter Ingatkan Hal Ini Jadi Kunci

Haris_Medium_dfc3c72d48.avif

Sabtu, 4 Juli 2026 – 17:19 WIB

Pasangan selebritas Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati saat melewati lintasan HYROX. (Dokumentasi: Tangkapan layar dari Instagram Ibnu Jamil)

Pasangan selebritas Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati saat melewati lintasan HYROX. (Dokumentasi: Tangkapan layar dari Instagram Ibnu Jamil)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Fenomena olahraga HYROX belakangan menjadi buah bibir setelah sejumlah figur publik hingga pegiat olahraga ramai-ramai mengikuti ajang HYROX Indonesia beberapa waktu lalu.

Olahraga hybrid ini semakin populer di Indonesia karena memadukan lari dan latihan kekuatan dalam satu kompetisi yang bisa diikuti atlet maupun pemula.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Andhika Respati, mengingatkan pada prinsipnya semua orang, baik muda maupun lanjut usia, dapat mengikuti HYROX selama memiliki tingkat kebugaran yang memadai.

Menurut Andhika, faktor usia bukan penentu utama. Kondisi fisik dan kebugaran justru menjadi kunci sebelum seseorang memutuskan mengikuti olahraga berintensitas tinggi tersebut.

“Nah, untuk kelompok usia, kalau kelompok usia kan tergantung kebugarannya ya. Orang berusia yang udah lumayan tua tapi badannya terlatih dan bugar ya bisa aja,” katanya saat dihubungi Inilah.com, Sabtu (4/6/2026).

“Dan sebaliknya, orang kalau usianya masih muda tapi penyakitan dan enggak pernah olahraga, ya kan jadi bahaya juga gitu,” ujarnya.

Selain kebugaran, Andhika juga mengingatkan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tertentu agar tidak memaksakan diri mengikuti HYROX, terutama mereka yang memiliki gangguan pada jantung dan pembuluh darah.

Menurutnya, karakter HYROX yang mengandalkan intensitas tinggi membuat kelompok tersebut harus lebih berhati-hati sebelum memutuskan ikut bertanding.

“Untuk kondisi medis ya sebenarnya ya tadi, kalau kita, balik lagi kalau kita ngomongin jantung, ya orang-orang dengan masalah jantung, jantung dan pembuluh darah gitu ya, karena ini high intensity ya harus sangat hati-hati, bahkan mungkin entar dulu gitu, jangan sungguh-sungguh ikut,” katanya.

Tak hanya itu, Andhika juga meminta peserta yang memiliki riwayat gangguan pada sistem gerak, seperti cedera sendi maupun otot, untuk mempertimbangkan kembali kondisinya sebelum mengikuti HYROX.

Sebab, olahraga tersebut melibatkan berbagai gerakan fungsional yang memberikan beban cukup besar pada hampir seluruh bagian tubuh.

“Sama, ya, yang memang mungkin punya riwayat masalah pada anggota gerak ya, entah itu sendi, karena tadi ya, dia cukup stressful juga untuk anggota geraknya karena banyak gerakan-gerakan yang melibatkan berbagai sendi dan otot serta sistem gerak kitalah begitu,” ucapnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today