Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers usai peluncuran Sistem Registrasi Unit Karbon (SRUK) di Jakarta, Kamis (9/7/2026). (Foto: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK), Friderica Widyasari Dewi yang akrab disapa Kiki, mengatakan, ketahanan sektor jasa keuangan nasional, menjadi salah satu modal penting dalam meraih target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.
“Perkembangan terkini menunjukkan, kinerja sektor jasa keuangan tetap solid. Ditopang permodalan yang memadai, serta profil risiko yang relatif terkendali. Kondisi ini, memberikan ruang bagi sektor jasa keuangan untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi. Sekaligus menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi,” kata Kiki dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).
Untuk memastikan sektor jasa keuangan bisa memberikan efek yang signifikan terhadap perekonomian nasional, kata dia, OJK akan memfokuskan kepada 3 area strategis.
Pertama, optimalisasi kapasitas intermediasi sektor jasa keuangan, khususnya untuk mendukung sektor produktif dan program prioritas nasional.
“Kondisi perkembangan terkini yang menunjukkan kredit perbankan pada Juli 2026 konsisten tumbuh dobel digit, yaitu sebesar 13,58 persen (year on year/yoy). Terutama ditopang kredit investasi yang tumbuh 25,13 persen, sementara kredit modal kerja meningkat menjadi 11,04 persen yoy dan 8,494 persen pada bulan Juni. Hal ini mengindikasikan penguatan aktivitas dunia usaha,” ungkapnya.
Area strategis kedua, adalah reformasi pasar modal Indonesia untuk mendukung agenda investasi nasional. Kiki membeberkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), menunjukkan tren pemulihan. Saat ini sudah semakin konvergen dengan indeks global, termasuk MSCI (Morgan Stanley Capital International), serta FTSE Indonesia, dengan penguatan sekitar 20 persen dari titik terendah di awal tahun 2026.
“Kami akan terus melanjutkan reformasi pasar modal agar semakin kompetitif sebagai sumber pembiayaan dan semakin menarik sebagai instrumen investasi dengan tetap memperkuat transparansi, penegakan hukum, perlindungan investor, dan juga integritas pasar,” tuturnya.
Pada saat yang sama, kata dia, penguatan basis investor domestik menjadi semakin penting untuk meningkatkan resiliensi, stabilitas, dan kedalaman pasar. Bahkan ia menyebut investor ritel mendominasi, baik dari sisi jumlah investor maupun rata-rata nilai transaksi harian.
“Pada review terakhirnya, MSCI, FTSE, dan S&P Dow Jones Index masih mempertahankan klasifikasi Indonesia sebagai emerging market. Keputusan tersebut memberikan optimisme bahwa lembaga Global Index Provider telah memberikan pengakuan terhadap berbagai upaya perbaikan yang telah kita lakukan bersama,” ucap Kiki.
Sementara itu, area ketiga adalah memperkuat kapasitas pembiayaan non-bank sekaligus menumbuhkan sumber-sumber ekonomi baru. OJK melihat, kebutuhan terhadap pembiayaan alternatif selain perbankan juga masih tinggi.
Pertumbuhan pembiayaan pegadaian pada Juli 2026, mencapai 50,73 persen (yoy), sementara pembiayaan berbasis digital lainnya juga tumbuh tinggi. Misalnya, pinjaman daring tumbuh 24 persen, buy now pay later (BNPL) perbankan tumbuh 31,22 persen (yoy), serta perusahaan pembiayaan tumbuh 54,65 persen.
“Di sisi lain, kami juga terus mendorong pengembangan sumber-sumber ekonomi baru yang memiliki potensi menjadi future engine of growth dan dalam hal ini kegiatan bullion bank, pengembangan nilai ekonomi karbon, serta perkembangan bursa mineral dan komoditas strategis (BMKS) menjadi bagian dari upaya untuk memperluas dan memperdalam ekosistem ekonomi dan keuangan nasional,” ujar Kiki.
Dia menyampaikan, perkembangan kegiatan bullion menunjukkan tren yang positif dengan total emas yang dikelola mencapai sekitar 19,09 ribu kilogram atau setara Rp61,5 triliun dengan sekitar 1,4 juta rekening.
Perkembangan ini kata dia, tentunya menunjukkan semakin kuatnya ekosistem bullion nasional dalam mengoptimalkan aset emas domestik, memperluas alternatif investasi dan pembiayaan berbasis emas, serta mendukung hilirisasi dan mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











