Belajar Jangan Lupa Ibadah, Menko AHY Kawal Pembangunan Pesantren Rp122 Miliar

Belajar Jangan Lupa Ibadah, Menko AHY Kawal Pembangunan Pesantren Rp122 Miliar

Iwan Medium.jpeg

Kamis, 25 Juni 2026 – 10:50 WIB

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sambangi pembangunan kembali Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Rabu (24/6/2026). (Foto: ANTARA/Umarul Faruq)

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sambangi pembangunan kembali Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Rabu (24/6/2026). (Foto: ANTARA/Umarul Faruq)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau pembangunan kompleks pendidikan terpadu di lingkungan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). Nilai proyeknya mencapai Rp122 miliar.

Menko AHY melihat langsung perkembangan pembangunan 3 bangunan utama yang saat ini sedang dikerjakan. Kawasan ini dirancang untuk menampung 850 santri, sekaligus menyediakan fasilitas pendidikan dan ibadah yang terintegrasi.

“Semua bangunan ini saling terhubung dan terintegrasi. Yang paling penting, seluruh aspek keselamatan telah diperhitungkan secara matang,” ujar Menko AHY, dikutip Kamis (25/6/2026).

Kompleks ini, terdiri dari bangunan pertama berupa asrama yang menampung sekitar 830 hingga 850 santri dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga Aliyah. Termasuk asrama untuk sebagian tenaga pendidik.

Bangunan kedua adalah masjid empat lantai yang mampu menampung sekitar 1.200 jemaah. Sementara bangunan ketiga adalah gedung pendidikan yang akan digunakan sebagai ruang belajar para santri.

Menko AHY menjelaskan, pembangunan dilakukan dengan pengawasan teknis yang ketat. Serta melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), kontraktor pelaksana, serta konsultan yang terus melakukan pendampingan selama proses konstruksi berlangsung.

“Dengan progres pembangunan yang telah melampaui 50 persen, kami berharap, seluruh pekerjaan bisa diselesaikan sesuai target, dalam beberapa bulan ke depan,” imbuhnya.

Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan, tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang dikeluarkan. Namun dari sisi manfaat yang dirasakan para santri, ketika proses belajar mengajar berlangsung.

“Kita ingin menghadirkan lingkungan yang lebih nyaman, lebih aman, dan lebih layak sehingga para santri dapat fokus belajar dan mengembangkan diri,” katanya.

Selain bangunan utama, fasilitas sanitasi, air bersih, serta berbagai sarana pendukung lain juga telah dipersiapkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari para penghuni pesantren.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today