Bos BI Pede Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Lebih Tinggi, Ada Libur Imlek-Lebaran

Bos BI Pede Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Lebih Tinggi, Ada Libur Imlek-Lebaran

Clara Medium.jpeg

Kamis, 19 Februari 2026 – 22:00 WIB

Gubernur BI Perry Warjiyo. (Foto: Antara)

Gubernur BI Perry Warjiyo. (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 tetap tinggi. Proyeksi ini ditopang oleh konsumsi masyarakat yang meningkat seiring momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, Idul Fitri 1447 H, dan Waisak.

Secara keseluruhan, BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2026 berada dalam kisaran 4,9–5,7 persen (year on year/yoy).

“Kami melihat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2026 masih akan tetap tinggi. Karena di triwulan I ini, seperti kami sampaikan tadi, ada Tahun Baru Cina, Imlek, ada juga kemudian Idul Fitri, demikian juga ada Waisak. Dan ini akan mendorong peningkatan konsumsi,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Selain konsumsi, investasi diprakirakan tumbuh lebih tinggi, didorong oleh belanja pemerintah, termasuk program hilirisasi sumber daya alam (SDA), serta membaiknya keyakinan pelaku usaha.

BI juga menilai sejumlah program pemerintah berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan program lainnya.

“Kami berkoordinasi dan bersinergi erat dengan pemerintah. Sebagaimana diketahui, kami bersinergi dengan Pak Menteri Keuangan, sama-sama bagaimana memastikan likuiditas itu ada di pasar keuangan dan perbankan, bagaimana mendorong di sektor riil baik melalui stimulus fiskal maupun dari kami (moneter) berbagai insentif likuiditas maupun dukungan likuiditas, serta sama-sama bagaimana menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” katanya.

Sebagai informasi, pada triwulan IV 2025 pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,39 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,04 persen (yoy).

Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden).
Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden).

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen (yoy), meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar 5,03 persen (yoy), serta diikuti dengan perbaikan kualitas ketenagakerjaan.

Pertumbuhan Ekonomi Versi Pemerintah

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut, pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 sebesar 5,39 persen berada di posisi kedua tertinggi di kalangan negara-negara anggota G20. Hanya saja, kalangan ekonom mempertanyakan akurasi dari laporan BPS (Badan Pusat Statistik) itu.

Menko Airlangga menyebut, capaian pertumbuhan ekonomi di kuartal terakhir pada 2025 itu, melampaui proyeksi ekonomi dunia yang memprediksi stagnan di level 3 persen.

“Indonesia, di antara negara G20, di kuartal keempat adalah nomor dua, Pak, sesudah India yang 7,4 (persen). Kalau kita lihat pertumbuhan kita yang secara year on year 5,11 persen,” ujar Menko Airlangga dalam acara forum Indonesia Economic Outlook, di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Visited 11 times, 1 visit(s) today