Pesepak bola Timnas Indonesia U-17 Made Arbi Ananta (kedua kanan) melakukan sesi latihan di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (942026). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni, yang akrab disapa Bung Kus, menilai konsistensi permainan menjadi faktor penentu keberhasilan tim nasional (timnas) U17 Indonesia di ajang Piala AFF U17 2026. Turnamen bergengsi antarnegara Asia Tenggara itu akan digelar di Jawa Timur pada 11–24 April 2026.
“Kuncinya adalah bagaimana mengatur para pemain supaya bisa konsisten,” kata Kusnaeni di Jakarta, Jumat (10/4/2025).
Ritme Permainan Sejak Fase Grup
Menurut Kusnaeni, konsistensi pertama-tama dibutuhkan sejak Indonesia menjalani babak penyisihan grup. Pada Piala AFF U17 2026, skuad Garuda Muda tergabung dalam Grup A bersama Vietnam, Timor Leste, dan Malaysia.
Adapun jadwal laga Indonesia di fase grup adalah sebagai berikut:
- Senin, 13 April — Indonesia vs Timor Leste
- Kamis, 16 April — Indonesia vs Malaysia
- Minggu, 19 April — Indonesia vs Vietnam
Dengan susunan jadwal tersebut, Kusnaeni menekankan bahwa timnas U17 harus mampu mengatur ritme permainan agar kualitasnya terus terjaga dari laga pertama hingga terakhir.
Pria berusia 59 tahun itu mengakui bahwa laga perdana kontra Timor Leste relatif lebih mudah bagi Indonesia. Namun, tingkat kesulitan lawan meningkat secara bertahap — dari Malaysia hingga puncaknya saat berhadapan dengan Vietnam.
“Sedapat mungkin grafik permainan meningkat. Sebisa mungkin saat melawan Vietnam kita bisa memperlihatkan permainan terbaik. Selain itu, pemain harus dijaga agar tidak ada yang cedera dan mendapatkan kartu merah,” ujar Kusnaeni.
Ia menambahkan, jika konsistensi itu terjaga, peluang Indonesia untuk menjadi juara grup atau setidaknya lolos ke babak semifinal akan semakin terbuka lebar, sekaligus menjaga ambisi merebut trofi tetap hidup.
Beban Berat di Pundak Kurniawan
Meski optimistis, Kusnaeni menyadari bahwa menjaga konsistensi — terutama pada tim berisi pemain remaja — bukanlah perkara mudah. Ia menyebut tanggung jawab terbesar ada di tangan pelatih kepala, Kurniawan Dwi Yulianto.
Menurut Kusnaeni, Kurniawan harus bekerja keras membangun chemistry atau ikatan batin antarpenggawa, sekaligus menjaga kestabilan mental mereka agar tidak mudah naik-turun di tengah tekanan kompetisi.
“Akan tetapi, berkaca dari pengalaman Kurniawan yang banyak menangani tim usia muda — tidak hanya timnas — dia mempunyai modal. Di Como, misalnya, dia sempat melatih tim U19. Jadi mudah-mudahan itu menjadi bekal bagi Kurniawan dan staf pelatih untuk membentuk tim sesuai dengan apa yang diinginkan,” tutur Kusnaeni.
Format Kompetisi dan Sejarah Juara
Pada Piala AFF U17 2026, sebanyak 12 tim peserta dibagi ke dalam tiga grup yang masing-masing beranggotakan empat tim. Setiap juara grup secara otomatis melaju ke babak semifinal. Satu tiket tersisa di empat besar diperebutkan oleh runner-up terbaik dari seluruh grup.
Indonesia sendiri bukan debutan di pentas ini. Garuda Muda telah dua kali merasakan gelar juara Piala AFF U17, yakni pada edisi 2018 dan 2022 — saat turnamen tersebut masih menggunakan kategori usia U16.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














