Ciro Immobile Pensiun di Usia 36, Tutup Karier dengan 350 Gol dan Rekor Abadi di Lazio

Ciro Immobile Pensiun di Usia 36, Tutup Karier dengan 350 Gol dan Rekor Abadi di Lazio

Ciro Immobile mengumumkan pensiun dari sepak bola profesional di usia 36 tahun. Striker asal Italia itu menyampaikan keputusannya kepada rekan-rekan setim di Paris FC sambil menahan air mata.

Keputusan ini datang lebih cepat dari perkiraan. Kontraknya bersama klub Ligue 1 tersebut sebenarnya masih berlaku hingga Juni 2027. Namun masalah cedera yang terus membelit membuatnya memilih menggantung sepatu.

Musim lalu, ia sempat mencetak dua gol dan dua assist dari 12 pertandingan bersama Paris FC. Ia baru bergabung dengan klub tersebut pada Januari, setelah tampil enam kali untuk Bologna di awal musim.

Angka yang Berbicara

Rekam jejak yang ditinggalkan Immobile sulit dibantah: 656 pertandingan dan 350 gol sepanjang kariernya.

Ia empat kali meraih gelar Capocannoniere, penghargaan bagi pencetak gol terbanyak Serie A. Pencapaian itu membuatnya menjadi pemain Italia pertama yang meraih gelar tersebut sebanyak empat kali — melampaui legenda seperti Giuseppe Meazza dan Gigi Riva.

Gelar pertamanya datang pada musim 2013/2014 bersama Torino dengan 22 gol. Tiga sisanya ia raih bersama Lazio: 29 gol pada 2017/2018, 36 gol pada 2019/2020, dan 27 gol pada 2021/2022.

Musim 2019/2020 menjadi puncak kariernya. Torehan 36 gol dalam satu musim Serie A menyamai rekor sepanjang masa kompetisi tersebut, sekaligus mengantarkannya meraih European Golden Shoe sebagai pencetak gol terbanyak di seluruh liga Eropa.

Delapan Tahun yang Mengubah Sejarah Lazio

Periode paling bermakna dalam kariernya tanpa ragu adalah Lazio, tempat ia bertahan dari 2016 hingga 2024.

Ia bergabung dari Sevilla dengan nilai kurang dari 10 juta euro — angka yang belakangan terlihat seperti salah satu transfer paling menguntungkan dalam sejarah klub.

Di Roma, Immobile menuliskan namanya di posisi yang sebelumnya dipegang selama hampir 80 tahun oleh Silvio Piola, ikon sepak bola Italia. Pada Maret 2022, golnya dari titik penalti ke gawang Venezia menjadi gol Serie A ke-144 bagi Lazio, melewati rekor Piola yang mencetak 143 gol antara 1934 dan 1943.

Ia menutup periodenya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Lazio di seluruh kompetisi, dengan lebih dari 200 gol.

Bersama Biancocelesti, ia juga memenangi Coppa Italia dan dua gelar Supercoppa Italiana.

Detail kecil yang membuat catatan itu terasa manusiawi: dari seluruh golnya di Serie A untuk Lazio, 77 di antaranya lahir di Stadio Olimpico — stadion yang selama delapan tahun menjadi rumahnya.

Juara Eropa Bersama Italia

Di level internasional, Immobile mencatatkan 17 gol dari 57 penampilan bersama Timnas Italia.

Puncaknya datang pada 2021, ketika ia menjadi bagian dari skuad Italia yang menjuarai Piala Eropa di bawah asuhan Roberto Mancini — pelatih yang kini kembali menangani Gli Azzurri untuk periode kedua.

Karier internasionalnya kerap menjadi bahan perdebatan di Italia. Sebagian pihak menilai penampilannya bersama tim nasional tidak sepadan dengan produktivitasnya di level klub. Namun medali juara Eropa yang ia bawa pulang menjadi jawaban yang tak terbantahkan.

Perjalanan Panjang dari Salernitana

Karier Immobile dimulai dari akademi Salernitana, sebelum ia direkrut Juventus.

Dari sana, jalannya berliku. Ia menjalani masa peminjaman ke Siena, Grosseto, dan Pescara, lalu berpindah ke Genoa dan Torino. Bersama Pescara, ia menjuarai Serie B sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak.

Setelah musim menonjol di Torino, ia hijrah ke Borussia Dortmund dengan nilai sekitar 18 juta euro pada 2014, lalu pindah ke Sevilla pada 2015. Keduanya tidak berjalan sesuai harapan.

Lazio menjadi titik balik. Setelah delapan tahun di sana, ia melanjutkan karier ke Besiktas, Bologna, dan terakhir Paris FC.

Total, ia membela 12 klub berbeda sepanjang kariernya — perjalanan yang memperlihatkan ketekunan seorang pemain yang beberapa kali harus membuktikan diri dari awal.

Ada ironi kecil dalam waktu pengumuman ini. Pada hari yang sama, Lazio — klub tempat ia menjadi legenda — resmi mendatangkan Davide Frattesi dari Inter Milan.

Visited 5 times, 5 visit(s) today