Laga debut Gavin Lee sebagai pelatih interim timnas Singapura berakhir pahit. The Lions harus mengakui keunggulan tuan rumah Malaysia dengan skor tipis 1-2 dalam uji coba internasional di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kamis (4/9/2025).
Malaysia yang tampil dominan sejak awal unggul dua gol lebih dulu lewat Stuart Wilkin (26’) dan penyerang naturalisasi asal Brasil, Joao Figueiredo (55’). Singapura baru bisa memperkecil ketertinggalan di menit ke-73 melalui sepakan jarak jauh Ilhan Fandi, namun tak cukup untuk menyelamatkan hasil akhir.
Gavin Lee: Butuh Tenang dan Percaya Diri
Usai laga, Lee menekankan pentingnya kepercayaan diri dan ketenangan bagi skuadnya.
“Kami harus lebih percaya pada diri sendiri. Ada momen bagus dalam serangan dan bertahan, tapi kami kurang tenang di saat krusial. Itu konsekuensi ketika tidak cukup percaya dengan apa yang kami lakukan,” ujar pelatih berusia 34 tahun itu.
Meski kecewa dengan hasil, Lee menyebut laga ini sebagai langkah awal. “Kami selalu bermain untuk menang, tapi ini bagian dari proses. Banyak hal positif yang bisa diambil, tinggal bagaimana mengulanginya dengan lebih konsisten,” katanya.
Ilhan Fandi Beri Harapan
Masuk menggantikan kakaknya, Ikhsan, di babak kedua, Ilhan Fandi menjadi sorotan setelah mencetak gol spektakuler dari jarak hampir 25 meter.
“Saya senang bisa mencetak gol, tapi itu belum cukup membantu tim. Malaysia lawan yang bagus, tapi kami harus belajar dari kesalahan dan kembali lebih kuat di kualifikasi berikutnya,” ucap penyerang muda itu.
Langkah Selanjutnya
Singapura kini bersiap menghadapi Myanmar pada 9 September dalam laga uji coba tertutup, sebelum melanjutkan perjuangan di Kualifikasi Piala Asia 2027 melawan India pada Oktober.
Saat ini, The Lions memimpin Grup C dengan keunggulan selisih gol atas Hong Kong. Namun hanya juara grup yang berhak lolos langsung ke putaran final di Arab Saudi, sesuatu yang belum pernah diraih Singapura sepanjang sejarah.
Di sisi lain, pelatih Malaysia, Peter Cklamovski, puas dengan kerja keras anak asuhnya. “Kami tak pernah mengharapkan laga mudah di level internasional. Ada periode di mana kami harus bertahan rapat, tapi juga menciptakan banyak peluang berbahaya. Mentalitas pemain luar biasa, dan itu yang mendorong sepak bola Malaysia ke depan,” ujarnya.














