Dominasi anime di kancah global semakin tak terbantahkan. Buktinya, film terbaru Demon Slayer, Kimetsu no Yaiba: Infinity Castle sukses besar, langsung merajai box office Amerika Utara pada akhir pekan perdananya. Film garapan Ufotable ini membukukan pendapatan fantastis, sekitar US$70 juta atau setara Rp1,1 triliun, menurut data Comscore yang dirilis Minggu (14/9/2025).
Angka ini bukan main-main. Menurut distributornya, Crunchyroll —anak perusahaan Sony— perolehan ini memecahkan rekor sebagai film anime dengan pendapatan akhir pekan perdana terbesar di Amerika Utara. Pencapaian ini menegaskan popularitas luar biasa dari waralaba Demon Slayer, yang berhasil menembus pasar mainstream di luar basis penggemar setianya.
Keberhasilan ini tak lepas dari respons positif para kritikus dan penonton. Di platform agregator ulasan Rotten Tomatoes, film ini meraih tingkat kepuasan publik yang sangat tinggi, yakni 97 persen dari 38 ulasan. Sementara itu, dari survei yang dilakukan CinemaScore, penonton memberi nilai ‘A’ yang menunjukkan kepuasan tinggi terhadap alur cerita dan visual film tersebut.
Kesuksesan Demon Slayer ini sekaligus menggeser film-film besar Hollywood dari takhta box office. Film horor Warner Bros. dan New Line, The Conjuring: Last Rites, harus puas turun ke posisi kedua pada pekan keduanya, dengan pendapatan US$26 juta. Film ini tidak mampu membendung gelombang tsunami popularitas dari Tanjiro Kamado dan kawan-kawan.
Melengkapi tiga besar, ada film drama sejarah produksi Focus Features, Downton Abbey: The Grand Finale. Film ini menempati posisi ketiga dengan pendapatan US$18,1 juta. Angka ini juga menunjukkan tren di mana genre-genre yang dulunya merajai box office kini harus berbagi kue dengan film-film non-Hollywood.
Kemenangan Demon Slayer di pasar Amerika Utara bukan hanya sekadar pencapaian komersial. Ini adalah bukti bahwa industri anime telah menjadi kekuatan global yang patut diperhitungkan. Kualitas produksi yang tinggi, narasi yang kuat, dan basis penggemar yang solid menjadi kombinasi mematikan yang siap menggeser dominasi Hollywood. Film ini menjadi penanda bahwa era baru di dunia perfilman telah tiba.














