Di Tengah Ketatnya Kompetisi Perbankan, BTN Catatkan Kinerja Solid

Di Tengah Ketatnya Kompetisi Perbankan, BTN Catatkan Kinerja Solid

Iwan Medium.jpeg

Senin, 15 Juni 2026 – 22:29 WIB

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu. (Foto: ANTARA/Maria Cicilia Galuh).

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu. (Foto: ANTARA/Maria Cicilia Galuh).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketika perekonomian global belum baik-baik saja yang membuat ketatnya industri perbankan, PT Bank Tabungan Negara (Persero/BBTN) Tbk kembali mencatatkan kinerja yang cukup positif hingga Mei 2026.

Perseroan bersama entitas anak, yakni Bank Syariah Nasional (BSN), membukukan laba bersih konsolidasi Rp1,85 triliun. Atau meroket 54,37 persen secara tahunan atau year on year (yoy) ketimbang Mei 2025 sebesar Rp1,19 triliun.

“Pencapaian kinerja positif ini, menunjukkan fundamental bisnis BTN tetap solid di tengah dinamika ekonomi global,” kata Direktur Utama (Dirut) BTN, Nixon LP Napitupulu di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Menurut Nixon, sektor perumahan masih memiliki ruang pertumbuhan yang cukup besar di masa depan. Karena, rumah merupakan kebutuhan utama masyarakat.

“Rumah bukan sekadar aset investasi, tetapi merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Selama masyarakat membutuhkan tempat tinggal yang layak, kebutuhan terhadap pembiayaan perumahan akan terus ada. Karena itu, BTN optimistis sektor perumahan tetap menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Nixon.

Tahun ini, dia bilang, BTN akan terus memperkuat ekosistem perumahan nasional, melalui transformasi bisnis dan inovasi layanan. Langkah penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat, baik dari sisi kepemilikan rumah maupun layanan keuangan pendukung lainnya.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan konsolidasi, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) tercatat Rp7,13 triliun hingga Mei 2026. Atau tumbuh 15,15 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp6,19 triliun.

Pertumbuhan kinerja ini, menurut Nixon, didukung peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan. Hingga Mei 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp403,06 triliun. “Atau tumbuh 9,97 persen (yoy) dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp366,52 triliun,” tandasnya.

Sementara total dana pihak ketiga (DPK), lanjut Nixon, mencapai Rp433,95 triliun, atau bertumbuh 9,09 persen ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp397,78 triliun.

“Selain itu, BTN berhasil menjaga pertumbuhan profitabilitas operasional. Hingga Mei 2026, laba operasional konsolidasi tercatat sebesar Rp2,39 triliun atau tumbuh 58,37 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp1,51 triliun,” pungkasnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 1 times, 1 visit(s) today