Sergi Roberto dari Como 1907 bersama Lucas Da Cunha dari Como 1907 dan Maxence Caqueret dari Como 1907 merayakan kemenangan di akhir pertandingan Serie A antara US Cremonese dan Como 1907 di Stadio Giovanni Zini pada 24 Mei 2026 di Cremona, Italia. (Foto: Image Photo Agency/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Keberhasilan Como 1907 lolos ke ajang Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub ternyata menyimpan fakta finansial yang sangat menarik.
Skuad asuhan Cesc Fabregas sukses memutarbalikkan logika sepak bola modern dengan menembus kompetisi elite Eropa meski hanya menempati urutan ke-11 dalam daftar beban gaji (wage bill) tertinggi di Serie A musim 2025/2026.
Tiket bersejarah tersebut dipastikan pada Minggu (24/5), setelah Como membantai Cremonese 4-1 dan diuntungkan oleh kekalahan 1-2 yang diderita AC Milan dari Cagliari di San Siro.
Belanja Pemain Jor-joran, Gaji Tetap Terkontrol
Klub yang dimiliki oleh keluarga Hartono—konglomerat terkaya di Indonesia dan Asia Tenggara—ini memang tercatat sebagai salah satu dari lima klub paling boros di bursa transfer musim ini.
Como menginvestasikan dana hampir €127 juta (sekitar Rp2,62 triliun) untuk merombak skuad, hanya kalah dari pengeluaran Juventus, Napoli, Atalanta, dan AC Milan.
Namun, strategi brilian diterapkan pada struktur kompensasi pemain. Berdasarkan analisis dari Sky Sport Italia, manajemen Como menerapkan struktur gaji yang sangat efisien dan rasional.
Total beban gaji skuad I Lariani hanya menyentuh angka €47 juta untuk musim ini, dengan rata-rata sekitar €1,5 juta per pemain.
Angka ini jauh berada di bawah klub-klub papan tengah lainnya seperti Lazio, Torino, Fiorentina, Atalanta, dan Bologna, apalagi jika dibandingkan dengan deretan raksasa Italia seperti Inter Milan, Juventus, AS Roma, Napoli, dan AC Milan.
Mempermalukan Milan dan Juventus
Efisiensi finansial yang ditunjukkan Como ini seolah menampar wajah klub-klub tradisional Serie A. Sebagai perbandingan, Juventus memiliki beban gaji mencapai €129 juta, sedangkan AC Milan menanggung tagihan hingga €100 juta.
Ironisnya, dengan beban gaji raksasa yang mencapai lebih dari dua kali lipat pengeluaran Como, Juventus dan AC Milan justru dipastikan gagal lolos ke Liga Champions musim depan. Kegagalan duo raksasa ini menjadi catatan kelam tersendiri, mengingat ini adalah kali pertama dalam 35 tahun terakhir Juventus dan Milan absen secara bersamaan di panggung tertinggi sepak bola Eropa.
Daftar Beban Gaji Klub Serie A Musim 2025/2026
Berikut adalah urutan total beban gaji klub-klub Serie A pada musim ini beserta estimasi nilai dalam Rupiah:
- Inter Milan: €139 Juta (Rp2,87 Triliun)
- Juventus: €129 Juta (Rp2,66 Triliun)
- AS Roma: €114 Juta (Rp2,35 Triliun)
- Napoli: €109 Juta (Rp2,25 Triliun)
- AC Milan: €100 Juta (Rp2,06 Triliun)
- Lazio: €75 Juta (Rp1,54 Triliun)
- Fiorentina: €65 Juta (Rp1,34 Triliun)
- Atalanta: €59 Juta (Rp1,21 Triliun)
- Torino: €52 Juta (Rp1,07 Triliun)
- Bologna: €48 Juta (Rp991 Miliar)
- Como 1907: €47 Juta (Rp970 Miliar)
- Sassuolo: €41 Juta (Rp846 Miliar)
- Cremonese: €33 Juta (Rp681 Miliar)
- Genoa: €31 Juta (Rp640 Miliar)
- Cagliari: €29 Juta (Rp599 Miliar)
- Hellas Verona: €29 Juta (Rp599 Miliar)
- Udinese: €24 Juta (Rp495 Miliar)
- Parma: €23 Juta (Rp475 Miliar)
- Pisa: €21 Juta (Rp433 Miliar)
- Lecce: €19 Juta (Rp392 Miliar)
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














