Direksi WNA di Garuda, DPR Sebut Langkah Berani Menuju BUMN Kelas Dunia

Direksi WNA di Garuda, DPR Sebut Langkah Berani Menuju BUMN Kelas Dunia

Diana Medium.jpeg

Sabtu, 18 Oktober 2025 – 22:00 WIB

Ilustrasi armada pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Shutterstock)

Ilustrasi armada pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Shutterstock)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Anggota Komisi VI DPR, Asep Wahyuwijaya menilai pengangkatan dua Warga Negara Asing (WNA) di dewan direksi Garuda Indonesia, hal yang lumrah untuk mendongkrak profesionalitas BUMN. Dia mengajak semua pihak berpikir terbuka.

“Menurut hemat saya, di era yang sudah terbuka dan tak ada sekat lagi ini, sikap kita untuk open mind dan thinking out of the box harus dibiasakan,” kata Asep dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (18/10/2025).

Ia menganalogikan, sama seperti WNI yang bisa berkarier dan menjadi profesional di mancanegara, BUMN juga perlu membuka diri. “Masa kita harus menolak warga asing jadi profesional di BUMN? Jika kita ingin menjadikan BUMN ini sebagai perusahaan berkelas dunia, salah satu yang bisa dilakukan adalah belajar dari profesional kelas dunia untuk menjadi direksinya juga kan?” ujarnya.

Asep menggarisbawahi bahwa kualifikasi WNA yang ditunjuk harus terbukti mumpuni dan memiliki rekam jejak prestasi yang terang benderang. Prinsip meritokrasi, tegasnya, adalah patokan yang paling utama.

“Membangun tradisi atau budaya perusahaan yang comply dengan perkembangan industri kedirgantaraan di dunia harus menjadi PR besar yang bisa diselesaikan,” tegas Asep.

Asep bilang, jika kebijakan ini berhasil, bisa menjadi role model bagi proses transformasi BUMN lainnya secara keseluruhan. Dia meminta para profesional lokal menjadikan pengangkatan dua direksi WNA ini sebagai cambuk untuk meningkatkan kualitas diri.

“Apabila di kemudian hari ternyata proses perbaikan dan transformasi di BUMN yang termegap-megap, seperti Garuda berhasil dilakukan karena konstribusi dari tangan dingin para profesional asing ini, maka sesungguhnya hal itu tentu akan menjadi tamparan keras bagi para profesional BUMN di tanah air,” tuturnya.

“Saya kira pada titik ini, proses exercises layak untuk dilakukan. Jika berhasil, maka pilihan Presiden Prabowo dan Danantara yang memilih profesional asing dalam mengelola BUMN adalah langkah yang jitu,” pungkas Asep.

Sekadar catatan, hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Oktober 2025, menadpuk WNA Balagopal Kunduvara sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, serta Neil Raymond Mills mengisi posisi Direktur Transformasi.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today