Ilustrasi kematian. (Dokumentasi: Istockphoto)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Seorang dokter internship berinisial SZM ditemukan meninggal dunia setelah diduga melompat dari lantai 18 sebuah apartemen di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.
Kapolsek Pancoran Kompol Mansur menyampaikan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, terkait penyebab kematian tersebut.
“Kalau penyebab saat ini sedang dalam lidik, namun kami dapat informasi menurut keterangan sekitar sana bahwa mereka suka ada rasa ketakutan,” ujar Mansur saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari petugas keamanan, korban diduga terjatuh dari lantai 18 tempat ia tinggal.
“Jadi info dari sekuriti, dari sekuriti itu dengar ada semacam benda jatuh. Suaranya, ketahuan kan dari ketinggian 18 mungkin ininya keras sekali kan. Ditengoklah ke samping ternyata betul ada salah seorang yang tergeletak,” ucap Mansur.
Mansur menyampaikan, korban yang tinggal bersama ibunya itu saat kejadian, korban disebut sedang berada seorang diri di dalam unit apartemen. Sementara itu, ibunya sedang turun ke pusat perbelanjaan.
“Lagi sendiri, ibunya lagi turun ke mal, dia tinggal bersama kedua orang tuanya di lantai 18,” ujarnya.
Usai korban diduga terjatuh dari lantai 18 itu, Mansur mengungkapkan, pihaknya kemudian mengevakuasi jenazah ke RS Polri Kramat Jati. Jenazah dokter tersebut langsung dibawa ke kampung halamannya.
“Jenazah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, kemudian sorenya langsung diterbangkan ke Makassar,” ucap Mansur.
Ia menegaskan, informasi yang beredar sejauh ini masih sebatas keterangan awal sehingga memerlukan pendalaman lebih lanjut melalui proses penyelidikan.
“Sampai sekarang belum ada informasi apakah karena tekanan pekerjaan atau hal lain. Kami belum bisa meminta keterangan keluarga karena masih berduka,” katanya.
Menurut Mansur, seluruh kemungkinan masih terbuka dan menjadi bagian dari penyelidikan yang sedang berjalan.
“Tetap kami dalami apa penyebabnya, kok bisa dengan senekat itu lompat dari lantai 18,” ujarnya.
Di sisi lain, Mansur menyebut, proses olah tempat kejadian perkara juga belum dilakukan secara menyeluruh karena polisi belum dapat memasuki unit apartemen korban.
Pintu unit diketahui masih terkunci dari dalam, sementara aparat memilih menunggu persetujuan keluarga sebelum mengambil tindakan untuk membuka paksa pintu.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














