Era Baru Investasi! Kini Trading Saham AS dan Kripto di RI Bisa Pakai ChatGPT

Era Baru Investasi! Kini Trading Saham AS dan Kripto di RI Bisa Pakai ChatGPT

Ibnu Medium.jpeg

Kamis, 6 Agustus 2026 – 19:57 WIB

Patahkan eksklusivitas riset pasar, platform investasi ini integrasikan kemampuan ChatGPT, Claude, dan Gemini untuk bantu investor ritel eksekusi aset secara instan. (Foto: Pluang)

Patahkan eksklusivitas riset pasar, platform investasi ini integrasikan kemampuan ChatGPT, Claude, dan Gemini untuk bantu investor ritel eksekusi aset secara instan. (Foto: Pluang)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Platform investasi dan trading multi-aset, Pluang, kembali menorehkan inovasi dengan mengumumkan peluncuran fitur Pluang Agentic Trading

Terobosan ini menjadikan Pluang sebagai platform investasi ritel pertama di Indonesia yang menghubungkan asisten kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara langsung ke akun penggunanya.

Melalui inovasi ini, investor ritel kini dapat memberikan instruksi kepada asisten AI terkemuka—seperti ChatGPT (OpenAI), Claude (Anthropic), hingga Gemini (Google)—untuk meninjau portofolio, melakukan riset investasi, serta mengeksekusi transaksi lintas aset hanya dalam satu jendela obrolan (chat).

Saat ini, fitur tersebut diperkenalkan melalui fase Beta terbatas untuk kelompok pengguna yang masuk dalam daftar aman (whitelist), dengan target peluncuran publik pada pertengahan Agustus 2026.

Director of Marketing & Commercial Pluang, Andreas Agung Hendrawan, menjelaskan bahwa inovasi ini mendobrak eksklusivitas akses analisis investasi yang selama ini hanya dinikmati oleh kalangan institusi finansial profesional.

“Kini, investor di Jayapura atau Jember memiliki kekuatan analisis dan eksekusi yang setara dengan investor di Jakarta, Singapura, atau Hong Kong. Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk mendemokratisasi penciptaan kekayaan dan meningkatkan literasi keuangan nasional,” ujar Andreas di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Bukan Sekadar Pemberi Insight

Dibangun di atas fondasi Aura AI, Pluang Agentic Trading mengubah peran AI dari sekadar pemberi wawasan (insight) menjadi eksekutor. Fitur ini dirancang untuk memangkas proses analisis konvensional yang kerap mengharuskan investor membuka banyak halaman untuk membaca laporan keuangan, data makro, hingga grafik harga.

Setelah akun terhubung, pengguna dapat menginstruksikan AI untuk:

Menganalisis Portofolio Real-Time: Memantau saldo dan posisi terkini pada aset saham Amerika Serikat (AS), saham Indonesia, emas, hingga aset kripto.

Merangkum Riset Otomatis: Membaca dan merangkum ribuan halaman prospektus atau sentimen pasar secara instan.

Mengeksekusi Market dan Limit Order: Melakukan transaksi beli dan jual cukup dengan perintah bahasa sehari-hari.

Backtest Strategi Investasi: Menguji strategi menggunakan data historis tanpa harus keluar dari layar obrolan.

Jaminan Keamanan dan Kendali Pengguna

Di tengah sentimen negatif terkait penipuan berkedok “robot trading“, Pluang menegaskan bahwa Agentic Trading beroperasi dengan protokol keamanan yang sangat berbeda. Mengusung prinsip Propose, Confirm, Execute (AI Mengusulkan, Manusia Memutuskan, Platform Mengeksekusi), sistem ini tidak bersifat otonom dan menempatkan keputusan akhir 100 persen di tangan pengguna.

Setiap transaksi yang diajukan oleh AI wajib melewati proses konfirmasi manual dari pengguna. Sistem ini juga dilengkapi dengan batas maksimal pengeluaran langsung dari peladen (server), token sekali pakai, dan perlindungan anti-prompt injection guna mencegah manipulasi algoritma.

Co-Founder Pluang, Claudia Kolonas, menegaskan bahwa taruhan terbesar dari inovasi ini adalah keamanan dana pengguna.

“Tantangan terbesarnya bukanlah bagaimana membuat AI bisa memasang order, melainkan bagaimana membangun sistem pengaman yang dapat mencegah AI melakukan transaksi yang salah atau tanpa izin. Pengaman ini tertanam kuat di level infrastruktur kami, bukan sekadar bergantung pada algoritma model AI,” jelas Claudia.

Fitur ini berjalan di atas infrastruktur Pluang yang telah berizin dan diawasi ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan Bank Indonesia (BI). Seluruh transaksi juga diwajibkan melewati standar pemrosesan Know Your Customer (KYC) yang berlaku.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 1 times, 1 visit(s) today