Fabregas: Como Harusnya Bisa Menang Lawan Inter

Fabregas: Como Harusnya Bisa Menang Lawan Inter

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 4 Maret 2026 – 06:05 WIB

Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, memberikan instruksi kepada para pemainnya, Anastasios Douvikas dan Martin Baturina, selama pertandingan Coppa Italia antara Como 1907 dan FC Internazionale di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada 3 Maret 2026 di Como, Italia. (Foto: Marco Luzzani/Getty Images)

Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, memberikan instruksi kepada para pemainnya, Anastasios Douvikas dan Martin Baturina, selama pertandingan Coppa Italia antara Como 1907 dan FC Internazionale di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada 3 Maret 2026 di Como, Italia. (Foto: Marco Luzzani/Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pelatih Como, Cesc Fabregas, menilai timnya pantas meraih kemenangan setelah bermain imbang 0-0 melawan Inter Milan pada leg pertama semifinal Coppa Italia.

Menurut Fabregas, Como mampu memainkan laga sesuai rencana dan memaksa Inter mengubah pendekatan taktis mereka. Ia menyebut pertandingan berlangsung seperti duel catur, penuh perhitungan dan disiplin.

“Kami mungkin pantas mencetak setidaknya satu gol. Kami menciptakan dua atau tiga peluang besar. Alex Valle memiliki peluang yang biasanya lebih mudah dicetak daripada dilewatkan,” ujarnya kepada Sport Mediaset.

Como memang tampil solid sepanjang laga. Mergim Vojvoda beberapa kali merepotkan lini belakang Inter, sementara Nico Paz yang dimainkan sebagai false nine memberi dinamika berbeda di lini depan.

Alex Valle dari Como 1907 berebut bola dengan Denzel Dumfries dari FC Internazionale selama pertandingan Coppa Italia antara Como 1907 dan FC Internazionale di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada 3 Maret 2026 di Como, Italia. (Foto: Marco Luzzani/Getty Images)

Proyek Jangka Panjang dan Mimpi Lebih Besar

Fabregas juga menyoroti perkembangan proyek Como dalam dua tahun terakhir. Klub yang sebelumnya berlaga di Serie B kini menembus semifinal Coppa Italia dan bersaing di papan atas Serie A.

Ia menegaskan tidak tertarik pada narasi “balas dendam” setelah kekalahan 0-4 dari Inter di liga pada Desember lalu. Fokusnya adalah konsistensi dan peningkatan level tim secara bertahap.

“Saya tidak bisa berbohong, mimpi kami adalah terus berkembang dan suatu hari menantang untuk sesuatu yang lebih besar,” kata Fabregas.

Leg kedua akan digelar di San Siro pada 21 atau 22 April. Fabregas menyadari perbedaan mentalitas dan pengalaman antara kedua klub, tetapi ia menilai Como telah menunjukkan kapasitas untuk bersaing.

Bagi Como, semifinal ini bukan sekadar capaian sesaat, melainkan bagian dari proyek jangka panjang yang sedang dibangun. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi di Serie A sebelum kembali menghadapi Inter pada leg penentuan.

Visited 8 times, 1 visit(s) today