Ganda putra Indonesia Fajar Alfian (kiri) dan Muhammad Shohibul Fikri (kanan) saat tampil di babak 16 besar Denmark Open 2025 di Jynske Arena. (Dok. PBSI)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri memastikan langkah ke final Australia Open 2025 setelah menyingkirkan rekan senegara Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dengan skor 21-15, 19-21, 21-16 pada laga semifinal di Quaycentre, Sydney, Sabtu (22/11/2025).
Kemenangan tersebut sekaligus menjamin Indonesia meraih gelar dari sektor ganda putra, sebab Fajar/Fikri akan berhadapan dengan pasangan Indonesia lainnya, Raymond/Nikolaus, yang lebih dulu mengamankan tiket final. Pertemuan dua wakil Merah Putih juga terjadi di nomor ganda putri, yakni Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari melawan Rachel Allessya Rose/Febi Setia Ningrum.
Selain menembus babak puncak, hasil di Sydney juga memastikan Fajar/Fikri tampil pada BWF World Tour Finals 2025 di Hangzhou, China, Desember mendatang. Fajar menyebut pencapaian itu di luar ekspektasi mereka.
“Ini terasa sangat luar biasa, kami hanya mencoba yang terbaik di setiap pertandingan,” katanya.
Fajar menambahkan bahwa absennya mereka dari turnamen Kumamoto Masters Jepang 2025 sempat membuat peluang menuju World Tour Finals terasa semakin kecil.
“Tidak main di Kumamoto memang membuat langkah kami ke Hangzhou menjadi sangat sulit. Bukan hanya perjuangan saya dan Fikri tapi harus melihat hasil dari pasangan lain. Kembali lagi, luar biasa akhirnya kami bisa masuk,” ujarnya.
Menghadapi partai final, Fajar menilai Raymond/Joaquin tengah berada dalam performa impresif.
“Kami bersyukur ada regenerasi ganda putra yang siap bersaing di level atas, semoga mereka bisa konsisten. Tapi kalau berbicara besok, kami maunya kami yang juara,” katanya.
Sementara itu, Fikri menilai pertandingan semifinal berjalan ketat karena lawan mampu mengubah pola permainan.
“Di gim pertama mereka memang selalu tertekan oleh serangan kami tapi di gim kedua kami kewalahan karena mereka mengganti pola. Di gim ketiga adu strategi hingga akhir tapi alhamdulillah kami bisa keluar sebagai pemenang,” ujarnya.
Ia menegaskan masih ada sejumlah evaluasi yang harus dibenahi sebelum turun di final Minggu (23/11).
“Kami masih banyak melakukan kesalahan sendiri yang menjadi evaluasi utama,” katanya.














