Filter Calon Pemimpin Versi Rocky Gerung

Filter Calon Pemimpin Versi Rocky Gerung

Clara Medium.jpeg

Minggu, 5 Oktober 2025 – 01:10 WIB

Rocky Gerung menghadiri peluncuran dan diskusi

Rocky Gerung menghadiri peluncuran dan diskusi “Buku Filsafat Pemerintahan” di Gedung Aula Zamhir Islamie, Kampus IPDN Jakarta, Sabtu (4/10/2025). (Foto: Inilah.com/Clara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pengamat Politik, Rocky Gerung mengkritisi seorang pemimpin yang menang karena perolehan elektabilitas tinggi dari lembaga survei. Dia menyinggung, perolehan suara dalam lembaga survei bisa tinggi lantaran adanya sogokan.

Hal itu diungkapkan dalam acara Peluncuran dan Dialektika Buku Filsafat Pemerintahan yang diselenggarakan Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) di Kampus IPDN, Jakarta, Sabtu (4/10/2025).

“Apa tuh elektabilitas? Sogokan pada lembaga survei, elektabilitas itu diperoleh karena menyogok lembaga survei,” ujarnya.

Menurutnya seorang pemimpin yang kemudian menang berkat lembaga survei bisa dikatakan sebagai pemalsuan. Karena itu dirinya berharap adanya perubahan dalam menghasilkan seorang pemimpin.

Dalam sistem pemilihan seorang pemimpin, lanjutnya, diperlukan adanya filter, sehingga menghasilkan pemimpin yang kompeten.

“Filter pertama adalah dia harus lulus etikabilitas. Paham nggak dia tentang konsep-konsep etika dalam demokrasi Yunani sampai demokrasi Nepal?” kata dia.

“Kalau dia lolos filter etikabilitas kita uji dia di filter ke dua yaitu intelektualitas. Dia harus paham global isu dia bisa bilang saya datang dari partai tapi anak Eropa nggak peduli anda datang dari mana,” tambahnya.

Pemimpin yang tak paham mengenai isu global dinilai tak pantas untuk menjadi seorang kepala negara. Alasannya, ketika menjabat sebagai kepala negara, seorang Presiden nantinya akan berhadapan dengan konstruksi pemikiran global.

“Jadi kalau dia lulus secara moral elektabilitas, dia artinya lulus ujian filsafat, dia lulus intelektualitas berarti dia lulus ujian akademik, baru kita izinkan dia untuk diuji elektabilitasnya kan begitu untuk menghasilkan leader,” tegas dia.

Rocky menuturkan, jika dalam pemilihan umum (Pemilu) tak melakukan filter tersebut untuk mendapatkan seorang pemimpin yang kredibel, maka hanya akan menghasilkan pemimpin yang menekankan pada ‘kesepakatan politik’.

“Tanpa itu, yang kita hasilkan bukan leader tapi dealer. Jagonya tukar tambah, jagonya main amplop,” ucapnya.

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today