Para artis berkebaya di acara film pendek “Jalan Pulang”, Plaza Senayan, Rabu (22/7/2026). (Dokumentasi: Inilah.com/ Wahyu Praditya)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Peringatan Hari Kebaya Nasional pada 24 Juli mendatang, menjadi momentum bagi generasi muda untuk kembali melirik kebaya dengan cara yang lebih segar dan relevan.
Sejumlah artis muda pun turut menghidupkan kebaya melalui gaya berpakaian modern yang fleksibel dan dekat dengan keseharian.
Aktris Sheila Dara mengungkapkan kini kebaya tidak lagi identik dengan acara formal. Ia melihat tren penggunaan kebaya semakin berkembang, terutama di kalangan anak muda yang berani memadukannya dengan busana kasual.
“Sekarang banyak banget teman-teman kita yang sudah pakai kebaya, walaupun belum sehari-hari. Dipadukan dengan jeans, dijadikan outer, atau dikombinasikan dengan scarf lucu, jadi alternatif mix and match-nya makin banyak,” kata Sheila saat hadir dalam peluncuran film pendek “Jalan Pulang”, Plaza Senayan, Rabu (22/7/2026) malam.
Menurutnya, perkembangan ini juga didorong oleh media sosial yang menghadirkan berbagai inspirasi gaya berkebaya. Beragam tutorial membuat kebaya tampil lebih santai dan mudah diikuti, sehingga semakin diminati generasi muda.
“Di media sosial lagi banyak banget tutorial memakai kebaya yang lucu, jadi akhirnya kita ikut tertarik untuk mencoba,” ujar pemeran Dara itu.
Tak hanya soal gaya, kebaya juga menyimpan nilai emosional bagi Sheila. Ia mengenang kebaya lamaran yang pernah dikenakannya, yang kemudian digunakan kembali oleh anggota keluarganya dalam momen berbeda.
“Kebaya lamaran aku dipakai lagi untuk pernikahan sepupu. Jadi ceritanya bertambah, dan rasanya senang bisa berbagi momen spesial itu dengan keluarga,” tuturnya.
Sementara itu, Sharon Sitania menilai pendekatan terhadap kebaya bagi generasi muda perlu dilakukan dengan cara yang lebih persuasif, bukan paksaan. Ia menyebut generasi Z cenderung lebih terbuka jika diajak mengenal budaya secara dekat dan personal.
“Gen Z itu biasanya nggak suka dipaksa, tapi lebih suka diajak. Ketika kita diajak untuk mengenal, kita jadi punya rasa memiliki,” kata Sharon.
Menurutnya, ketika rasa kedekatan itu sudah terbentuk, penggunaan kebaya tidak lagi terasa sebagai kewajiban, melainkan menjadi sesuatu yang membanggakan dan menyenangkan.
“Kalau sudah ada rasa memiliki, pakai kebaya itu bukan beban lagi. Justru jadi hal yang kita banggakan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, model dan figur publik Patricia Gouw yang hadir dalam kegiatan, turut menyoroti relevansi kebaya di tengah tren fesyen modern.
“Soal relevan atau tidak, itu kembali ke pribadi. Tapi menurut aku, kita mencintai budaya Indonesia, jadi penting untuk tetap memakai kebaya dengan sentuhan modern supaya tidak dianggap kuno atau kaku,” ujarnya.
Patricia menambahkan, gaya berkebaya sangat bergantung pada kreativitas dalam memadupadankan busana. Ia mengaku menyukai berbagai gaya, baik klasik maupun modern.
“I love everything, tergantung styling-nya gimana,” katanya, seraya menyebut desainer Anne Avantie sebagai sosok yang selalu ia ingat ketika berbicara tentang kebaya.
Lebih lanjut, Patricia menilai peran figur publik cukup penting dalam menghidupkan kembali kebaya di kalangan anak muda. Menurutnya, langkah sederhana seperti mengenakan kebaya dan membagikannya di media sosial bisa menjadi inspirasi.
“Sesimpel aku pakai kebaya lalu posting, semoga bisa menginspirasi followers untuk kembali berkebaya,” ujarnya.
Melalui gaya yang lebih modern dan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, kebaya kini tidak hanya bertahan sebagai simbol tradisi, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari identitas dan ekspresi diri generasi muda di era modern.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














