Hasil Liga Italia: Lazio Imbang Lawan Lecce, Sarri Kritik Kebijakan Transfer Klub

Hasil Liga Italia: Lazio Imbang Lawan Lecce, Sarri Kritik Kebijakan Transfer Klub

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 25 Januari 2026 – 06:06 WIB

Maurizio Sarri, Pelatih Kepala Lazio, memperhatikan jalannya pertandingan Serie A antara AC Milan dan SS Lazio di Stadion Giuseppe Meazza pada 29 November 2025 di Milan, Italia. (Foto: Marco Luzzani/Getty Images)

Maurizio Sarri, Pelatih Kepala Lazio, memperhatikan jalannya pertandingan Serie A antara AC Milan dan SS Lazio di Stadion Giuseppe Meazza pada 29 November 2025 di Milan, Italia. (Foto: Marco Luzzani/Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Suasana suram menyelimuti Maurizio Sarri usai Lazio hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Lecce di Stadio Via del Mare, Sabtu (24/1) malam. Bukan hanya soal hasil di lapangan, pelatih veteran itu secara terbuka mengakui bahwa Biancocelesti sedang mengalami penurunan kualitas (downgrade) yang signifikan.

Lazio tampil tumpul dan minim kreativitas. Tuan rumah Lecce bahkan memiliki peluang lebih baik, terutama saat tembakan Ylber Ramadani menghantam mistar gawang. Satu-satunya hal positif bagi Lazio hanyalah clean sheet ke-11 mereka musim ini.

“Lazio Sedang Di-Downgrade”

Dalam wawancara pasca-laga dengan Sky Sport Italia, Sarri tidak menutupi kekecewaannya terhadap arah kebijakan klub di bawah Presiden Claudio Lotito.

Ketika ditanya apakah Lazio sedang “di-downgrade” (diturunkan kualitasnya) musim ini, Sarri menjawab tegas: “Sejauh ini, ya. Kita lihat saja di akhir musim, tapi sampai sekarang, ya.”

“Klub bilang ingin membangun skuad muda, tapi harus yang berkualitas. Saya tidak peduli soal umur, mau 20 atau 30 tahun, kalau ada kualitasnya, bagi saya tidak masalah,” sindir Sarri terkait kebijakan transfer klub yang baru saja melepas pemain berpengalaman.

Bertahan Demi “Cinta Tanpa Syarat” Fans

Di tengah isu eksodus pemain dan kurangnya dukungan manajemen, Sarri menegaskan alasannya tetap bertahan di Olimpico.

“Saya sudah bilang banyak hal ke fans Lazio. Saya bilang musim ini saya akan lakukan apa saja, dan menerima kompromi apa pun, karena saya sudah berjanji pada mereka,” ujar eks pelatih Chelsea dan Juventus itu.

“Lazio adalah sesuatu yang tidak bisa Anda pahami dari luar. Saat Anda tiba di sini, (yang Anda rasakan) adalah cinta tanpa syarat. Saya tidak akan pernah bisa membalasnya sepenuhnya.”

Sinyal Perpisahan Romagnoli?

Laga ini juga diwarnai momen emosional yang menguatkan rumor kepergian kapten Alessio Romagnoli. Bek tengah itu tetap dimainkan meski santer dikabarkan telah mengajukan permintaan transfer ke klub Qatar, Al-Sadd.

Usai peluit akhir, Romagnoli berjalan ke arah tribun tandang (away end), terlihat emosional, dan memberikan jerseynya kepada ultras Lazio sambil menyalami mereka. Gestur ini ditafsirkan banyak pihak sebagai salam perpisahan.

Lini Depan Tumpul

Tanpa Taty Castellanos yang sudah dijual, Sarri menurunkan Boulaye Dia sebagai starter. Namun, masalah klasik Lazio kembali muncul: mereka “menghilang” di sepertiga akhir lapangan.

“Kami punya striker yang kesulitan mengonversi peluang, atau mungkin salah kami tidak memberi servis yang benar. Kenneth Taylor dan Petar Ratkov terlihat sedikit berkembang, tapi masalah di lini depan ini sulit dipecahkan,” keluh Sarri.

Menutup wawancara, Sarri memberikan pandangan suram tentang masa depan tim.

“Apakah kami bergerak ke arah yang benar? Saat ini, perasaan yang kuat mengatakan ‘tidak’. Tapi kita lihat apa yang terjadi beberapa hari ke depan,” pungkasnya.

Visited 13 times, 1 visit(s) today