Aktor sekaligus penggiat olahraga lari. (Dokumentasi: Inilah.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Aktor sekaligus presenter, Ibnu Jamil, membagikan pandangannya soal tren olahraga lari yang belakangan kian menjamur dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat di kota-kota besar, termasuk Jakarta.
Menurutnya, fenomena tersebut seharusnya disikapi positif, termasuk bagi mereka yang baru mulai terjun ke dunia lari.
Belakangan, tak sedikit pelari pemula mendapat sentimen kurang menyenangkan karena dianggap hanya ikut tren alias FOMO (fear of missing out). Mencermati itu, Ibnu justru meminta para pemula untuk tidak terlalu ambil pusing soal sentimen tersebut.
Ia menilai setiap orang punya alasan berbeda saat mulai berlari, dan hal itu tidak perlu dipermasalahkan selama aktivitas tersebut membawa dampak baik.
“Jadi nikmatin semua latihannya, nikmatin semua kegiatannya, dan cari apa yang kalian suka dari aktivitas itu atau dari lari itu. Kalau misal lari suka dari karena sepatunya, nah cari sepatu yang bisa bikin menyenangkan. Kalau lari suka karena outfit-nya, cari outfit yang bagus-bagus,” kata Ibnu Jamil kepada inilah.com saat menghadiri acara PUMA Deviate Rute, Jakarta, dikutip Minggu (3/5/2026).
“Atau karena lari suka karena fotonya, nah cari fotografer yang bagus-bagus, enggak papa. Habis itu posting sebanyak-banyaknya, sah. Enggak usah dengar kata orang, katanya lari FOMO atau apa, enggak papa. Semua berawal dari FOMO,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ibnu juga berpesan kepada para pemula agar tidak terburu-buru mengejar pace (kecepatan lari) cepat atau target tertentu. Menurutnya, hal terpenting saat memulai olahraga adalah menikmati proses dan konsisten.
“Buat teman-teman yang baru mau memulai lari, enggak harus kenceng enggak papa, enggak harus cepet enggak masalah. Nikmatin aja semua prosesnya, yang penting kondisi badan kita itu siap dan nyaman menerima latihan yang kita jalanin,” katanya.
“Kalau memang mulai dari pace rendah enggak papa, yang penting konsisten. Nanti lama-lama baru bisa bicara cepat,” paparnya.
Selain konsistensi, Ibnu menilai niat yang dibarengi aksi nyata menjadi hal yang penting untuk membangun kebiasaan berolahraga.
“Persiapannya, sudah pasti yang pertama tuh niat. Tapi percuma kalau punya niat doang kalau enggak dilakukan. Nah, yang mahal tuh memang kita pas melakukannya. Jadi enggak usah pikirin macam-macam, yang penting kita ngelakuin dulu, berapapun jumlah kilometernya, berapapun kecepatannya, nikmatin semua,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar pelari pemula tidak terpaku pada pencapaian orang lain. Membandingkan diri secara berlebihan justru bisa mengganggu proses berkembang.
“Selain itu, jangan pernah ngelihat pencapaian orang. Boleh dilihat kalau buat jadi motivasi, tapi jangan pernah untuk harus ada di titik itu saat itu juga. Karena semua ada prosesnya, kita pun ada prosesnya,” paparnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














