Ivanka Slank (kemeja hijau bergaris) dalam prosesi pemakaman ibunda, Nikma Arifin binti Muchsin, TPU Tanah Kusir, Jakarta, Senin (3/8/2026). (Foto:inilahcom/Zhacky)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kepergian Nikma Arifin binti Muchsin meninggalkan duka mendalam bagi personel Slank, Ivan Kurniawan Arifin atau Ivanka. Di mata Ivanka, sang ibu bukan sekadar orang tua, melainkan sosok yang mengantarkannya hingga bisa menjadi bagian dari band legendaris Slank.
Ibunda Ivanka Slank dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Senin (3/8/2026). Prosesi pemakaman dimulai sekitar pukul 16.39 WIB.
Sejumlah personel Slank turut hadir menemani Ivanka yakni Kaka, Bimbim dan Ridho. Hanya Abdee yang absen dikarenakan sakit.
Ivanka turun ke liang lahat dan mengumandangkan adzan terakhir untuk ibundanya. Prosesi pemakaman berlangsung sekira 40 menit.
Ivanka Slank Kenang Sosok Ibunda
Seusai prosesi Ivanka menyempatkan diri untuk bercerita tenyang sosok ibunda. Ia mengenang bagaimana doa dan restu ibundanya menjadi titik balik dalam perjalanan bermusiknya.
“Beliau pahlawan saya. Saya jadi musisi, saya jadi Slank, enggak ada artinya kalau bukan karena beliau. Saya belajar tentang cinta, tentang pengorbanan dari beliau,” kata Ivanka.
Ia bercerita, sebelum memutuskan menekuni dunia musik, dirinya lebih dulu meminta restu kepada sang ibu. Tak lama setelah itu, jalan menuju Slank terbuka.
“Saya punya keinginan untuk hidup di musik, saya minta doa restu beliau dulu. Enggak sampai tiga tahun dari situ, subhanallah saya bergabung dengan Slank,” ujarnya.
Menurut Ivanka, pencapaian tersebut bukan semata hasil usahanya sendiri. Ia meyakini doa sang ibu menjadi salah satu alasan Allah membuka jalan hingga dirinya bergabung dengan Slank.
“Semua itu terjadi begitu saja, tapi ternyata proses seperti itu dan sudah pasti itu atas restu dan doa ibu saya yang diijabah sama Allah,” tuturnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














