Imam Tantowi Meninggal Dunia, Sineas Senior dengan Segudang Karya Legendaris

Imam Tantowi Meninggal Dunia, Sineas Senior dengan Segudang Karya Legendaris

Ajat Medium.jpeg

Jumat, 21 Agustus 2026 – 22:43 WIB

 Foto tokoh perfilman nasional Imam Tantowi yang diunggah di akun Instagram penyelenggara Festival Film Indonesia. (Foto: Akun Instagram @festivalfilmid)

Foto tokoh perfilman nasional Imam Tantowi yang diunggah di akun Instagram penyelenggara Festival Film Indonesia. (Foto: Akun Instagram @festivalfilmid)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kabar duka datang dari dunia perfilman Indonesia. Sineas senior Imam Tantowi meninggal dunia pada Jumat (21/8/2026) sore di usia 80 tahun.

Kabar tersebut disampaikan Humas Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Evry Joe. Ia menyebut Imam Tantowi sebagai salah satu sutradara besar yang telah memberikan kontribusi panjang bagi perfilman Tanah Air.

“Telah berpulang, meninggal dunia, Bapak Imam Tantowi. Beliau adalah sutradara besar kita, berpulang pada sore ini di usia 80 tahun,” kata Evry dalam rekaman suara yang diterima di Jakarta, Jumat malam.

Jenazah Imam Tantowi saat ini disemayamkan di rumah duka di kawasan Karawaci, Tangerang, Banten.

Evry turut menyampaikan penghormatan terakhir kepada sang sineas. Ia berharap karya-karya Imam Tantowi terus menjadi inspirasi bagi generasi sineas muda.

“Saya pribadi mengucapkan selamat jalan Mas Imam. Semoga karya-karyamu menjadi pembelajaran untuk sineas-sineas muda dan menjadi amal di dunia dan akhirat,” ujarnya.

Sosok Imam Tantowi

Imam Tantowi lahir di Tegal pada 13 Agustus 1946. Ia mengawali perjalanan di dunia seni melalui panggung teater sandiwara pada era 1960-an.

Memasuki dekade 1970-an, Imam Tantowi mulai aktif dalam industri film. Berdasarkan informasi Indonesian Film Center, ia terlibat dalam berbagai produksi film sebagai penata artistik, penulis skenario, hingga sutradara.

Sejumlah film populer tercatat pernah melibatkan Imam Tantowi sebagai penulis skenario, di antaranya Pengabdi Setan (2017), Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (2013), dan Ketika Cinta Bertasbih (2009).

Sebagai sutradara sekaligus penulis skenario, ia antara lain menggarap Tujuh Manusia Harimau (1986), Saur Sepuh III (1989), dan Saur Sepuh IV (1991).

Dedikasinya di dunia perfilman juga diganjar sejumlah penghargaan. Imam Tantowi meraih Piala Citra untuk Penulis Cerita Asli Terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 1989 melalui film Si Badung.

Dua tahun kemudian, ia kembali meraih Piala Citra, kali ini sebagai Sutradara Terbaik FFI 1991 melalui film Soerabaia 45.

Tak hanya film layar lebar, kiprahnya juga merambah dunia sinetron. Imam Tantowi meraih penghargaan sebagai Penulis Cerita Asli Terbaik dalam Festival Sinetron Indonesia pada 1994, 1995, dan 1996.

Penghargaan tersebut diraihnya melalui sinetron Madu Racun dan Anak Singkong, Jejak Sang Guru, serta Suami-Suami Takut Istri.

Imam Tantowi juga dikenal sebagai penulis cerita Bang Jagur dan Maha Kasih, yang salah satu episodenya kemudian dikenal luas dengan judul Tukang Bubur Naik Haji.

Kepergian Imam Tantowi meninggalkan jejak panjang dalam industri perfilman dan sinetron Indonesia, setelah lebih dari lima dekade berkarya di dunia seni.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 1 times, 1 visit(s) today