Ini 5 Tanda Keseimbangan Hormon Anda Rusak Akibat Panas Ekstrem

Ini 5 Tanda Keseimbangan Hormon Anda Rusak Akibat Panas Ekstrem

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 3 Mei 2026 – 08:30 WIB

Ilustrasi. Udara panas di Jakarta. (Foto: inilah.com)

Ilustrasi. Udara panas di Jakarta. (Foto: inilah.com)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Cuaca panas ekstrem yang melanda berbagai wilayah belakangan ini ternyata dampaknya jauh lebih serius dari sekadar membuat tubuh berkeringat dan merasa tidak nyaman. Paparan suhu tinggi yang berkepanjangan terbukti dapat mengacaukan keseimbangan hormon di dalam tubuh secara signifikan.

Peringatan ini disampaikan oleh Dr. Rashi Agarwal, Wakil Konsultan Endokrinologi di Rumah Sakit Sir HN Reliance, India. Ia menjelaskan bahwa tubuh manusia diatur oleh hipotalamus, yakni pengatur suhu internal yang juga mengontrol berbagai jalur hormon.

“Ketika terpapar panas ekstrem, sistem (hipotalamus) ini tertekan, yang kemudian memicu efek domino pada perubahan hormonal,” jelas Agarwal, dikutip dari Hindustan Times, Sabtu (2/5).

Daftar Hormon yang Terdampak Cuaca Panas

Berdasarkan penjelasan medis, berikut adalah beberapa hormon dan sistem tubuh yang paling terdampak oleh gelombang panas:

  1. Hormon Stres (Kortisol) Melonjak: Panas terus-menerus meningkatkan kadar kortisol. Dampaknya, Anda akan merasa lebih cepat lelah, mudah marah (iritabilitas), kualitas tidur menurun, hingga memicu penumpukan lemak di perut seiring berjalannya waktu.
  2. Fungsi Tiroid Melambat: Stres panas dan dehidrasi dapat memperlambat kerja tiroid dan metabolisme, membuat tubuh terasa sangat lesu dan sulit berkonsentrasi.
  3. Gula Darah Fluktuatif: Suhu ekstrem memengaruhi sensitivitas insulin. Bagi penderita pradiabetes atau diabetes, hal ini sangat berbahaya karena glukosa darah bisa naik-turun tak terkendali akibat dehidrasi.
  4. Siklus Menstruasi Berantakan: Pada wanita, panas dapat mengganggu sumbu hipotalamus-hipofisis-ovarium. Efeknya mulai dari jadwal haid yang tidak teratur, gejala PMS yang memburuk, hingga gangguan kesuburan sementara.
  5. Ketidakseimbangan Elektrolit: Kondisi ini secara tidak langsung memengaruhi hormon adrenal, yang ditandai dengan gejala pusing, lemas, hingga jantung berdebar.

Tanda Bahaya dan Cara Mencegahnya

Agarwal mengingatkan masyarakat untuk waspada jika mengalami gejala-gejala seperti: kelelahan kronis meski sudah cukup istirahat, susah tidur, mood swing, perubahan nafsu makan yang tak wajar, hingga kontrol gula darah yang memburuk bagi penderita diabetes.

Untuk meminimalisir “stres endokrin” akibat cuaca panas, langkah pencegahan mutlak diperlukan.

“Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik, hindari aktivitas di luar ruangan pada jam-jam puncak panas, jaga asupan nutrisi seimbang yang kaya elektrolit, dan perbaiki kualitas tidur,” saran Agarwal.

Ia juga menekankan bahwa individu yang sudah memiliki riwayat penyakit endokrin (seperti diabetes atau gangguan tiroid) harus mendapat pemantauan ekstra ketat selama gelombang panas melanda. Mengenali tanda-tandanya lebih awal dapat mencegah kerusakan metabolisme jangka panjang.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 4 times, 1 visit(s) today