Investor Asal Malaysia Mengaku Ditipu Anggota Polri terkait Investasi Tambang di Sulut

Investor Asal Malaysia Mengaku Ditipu Anggota Polri terkait Investasi Tambang di Sulut

Anton Medium.jpeg

Kamis, 20 Agustus 2026 – 21:43 WIB

Lobi Bareskrim Polri, Jakarta. (Foto: Inilah.com)

Lobi Bareskrim Polri, Jakarta. (Foto: Inilah.com)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Seorang investor asal Malaysia mengaku menjadi korban penipuan yang diduga dilakukan anggota Polri berinisial F terkait penggelapan investasi pertambangan emas di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) senilai Rp58,5 miliar.

Korban berinisial S ini melapor ke Bareskrim Polri, Kamis (20/8/2026) melalui kuasa hukumnya, Bagas Pangestu Pribadi. Berdasarkan dokumen laporan, perkara bermula sekitar pertengahan Mei 2025 ketika korban bertemu dengan F.

“F disebut memperkenalkan diri sebagai anggota Polri aktif berpangkat Komisaris Besar Polisi yang berdinas di lingkungan Mabes Polri,” kata Bagas, Kamis (20/8/2026).

Status F sebagai anggota Polri menjadi salah satu faktor yang membuat korban percaya untuk menanamkan modal. F diduga menawarkan investasi pertambangan emas di wilayah Sulut, dana investasi itu diberikan secara bertahap.

Pada 22 Mei 2025, korban disebut menyerahkan sekitar Rp26 miliar, kemudian pada 17-19 Juni 2025, korban kembali menyerahkan dana sekitar Rp13 miliar. Selanjutnya pada tanggal 2, 4, dan 7 Oktober 2025, korban disebut menyerahkan sekitar Rp19,5 miliar

“Total modal pokok yang disebut diserahkan korban berdasarkan perhitungan dalam laporan mencapai sekitar Rp58,5 miliar,” kata Bagas.

Persoalan muncul ketika legalitas pertambangan yang sebelumnya disebut akan selesai dalam waktu sekitar dua hingga tiga bulan tak kunjung terealisasi. Kondisi tersebut kemudian memunculkan dugaan bahwa aktivitas pertambangan yang menjadi objek investasi berkaitan dengan Pertambangan Tanpa Izin (PETI).

“Kami tidak sedang menyerang institusi Polri. Justru kami meminta Polri membersihkan dirinya apabila benar terdapat oknum yang menggunakan pangkat, jabatan, atribut atau kedekatan institusional untuk membangun kepercayaan investor,” tandasnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 1 times, 1 visit(s) today