Iran Bersiap Gelar Pemakaman Akbar Ali Khamenei, Jutaan Orang Diperkirakan Hadir

Iran Bersiap Gelar Pemakaman Akbar Ali Khamenei, Jutaan Orang Diperkirakan Hadir

Setelah sempat tertunda selama beberapa bulan lantaran alasan keamanan yang super ketat, Pemerintah Iran kini mulai mematangkan seluruh persiapan untuk menggelar upacara pemakaman sang pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei.

Ulama berpengaruh yang memegang tampuk kekuasaan tertinggi di Iran selama puluhan tahun tersebut wafat dalam gelombang pertama serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menghantam kediaman resminya di Teheran pada akhir Februari lalu.

Otoritas setempat memperkirakan momentum penghormatan terakhir ini bakal menjadi salah satu acara berkabung terbesar dalam sejarah modern, dengan proyeksi kehadiran pelayat yang luar biasa masif hingga menyentuh angka 20 juta orang.

Rangkaian Prosesi Panjang dari Teheran Menuju Mashhad

Ketua Panitia Upacara Pemakaman, Brigadir Jenderal Hassan Hassanzadeh, dalam siaran televisi pemerintah pada Senin (29/6/2026) malam waktu setempat, memaparkan bahwa rangkaian prosesi sakral ini akan diawali di ibu kota Teheran pada Sabtu, 4 Juli 2026. 

Hassanzadeh, yang juga memegang komando sebagai Panglima Satuan Mohammad Rasoulallah di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menyebut momen ini sebagai peristiwa bersejarah yang emosional bagi rakyat Iran.

“Prosesi pelepasan mendiang pemimpin kita pada Sabtu mendatang akan dimulai sejak pukul 06.00 pagi waktu setempat di Musalla Besar Teheran, dan rangkaian acaranya akan terus berlanjut hingga Minggu malam,” ujar Hassanzadeh.

Kantor berita lokal Mehr, yang mengutip pernyataan sejumlah pejabat berwenang, melaporkan bahwa selain di Teheran, upacara penghormatan serentak juga bakal digelar di kota suci Qom.

Selepas itu, berbagai ritual penghormatan lainnya akan terus bergulir hingga Senin, 6 Juli 2026, sebelum akhirnya jenazah Ali Khamenei diberangkatkan ke Mashhad –kota kelahirannya yang berada di wilayah timur laut Iran– untuk dikebumikan pada Kamis, 9 Juli 2026.

Alasan di Balik Penundaan Panjang

Kematian Ali Khamenei di usia 86 tahun pada 28 Februari lalu memang sempat mengguncang dinamika politik Timur Tengah. Keputusan pemerintah untuk tidak langsung memakamkannya kala itu murni didasarkan pada kalkulasi risiko keamanan yang sangat tinggi. 

Mengingat hampir seluruh jajaran elite politik dan militer Iran dipastikan berkumpul di satu titik untuk memberikan penghormatan, otoritas keamanan membutuhkan waktu ekstra panjang guna menyusun perimeter proteksi yang absolut demi menghindari serangan susulan.

Langkah rekonsiliasi dan koordinasi intensif di tingkat regional pun sempat bergulir, termasuk perundingan diplomatik di resor Burgenstock, Swiss, yang akhirnya berhasil membuka jalur komunikasi politik baru antara pihak Teheran dan Washington.

Mobilisasi Massa dan Pengamanan Ekstra Ketat

Untuk mengantisipasi lautan manusia yang bakal membeludak, Pemerintah Iran tidak mau ambil risiko. Pihak kementerian dan pemerintah daerah setempat merangkul kepolisian serta IRGC secara penuh untuk memastikan seluruh pergerakan massa tetap berjalan tertib dan aman.

Rute perjalanan dari wilayah Teheran timur hingga Teheran barat telah dipetakan secara terperinci untuk mengurai potensi penumpukan kerumunan. 

Di sepanjang rute tersebut, petugas juga mendirikan pos-pos logistik khusus yang diprioritaskan bagi para lansia, warga yang sakit, serta anak-anak, lengkap dengan tim medis yang bersiaga penuh selama 24 jam.

Di sisi lain, gaung duka ini nyatanya juga menyeberang hingga ke negara tetangga. Melansir laporan Al Jazeera, sebuah upacara penghormatan paralel kabarnya tengah direncanakan oleh kelompok loyalis di salah satu situs suci Syiah di Karbala, Irak.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, rencana agenda di Karbala tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari otoritas kedua negara.

Visited 3 times, 1 visit(s) today