Issa Diop Pahlawan Timnas Maroko: Kami Muslim, Semuanya karena Allah

Issa Diop Pahlawan Timnas Maroko: Kami Muslim, Semuanya karena Allah

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 1 Juli 2026 – 09:01 WIB

Bek Timnas Maroko Issa Diop sabet Man of the Match usai cetak gol telat singkirkan Belanda di Piala Dunia 2026. Ia tegaskan semua keberhasilan ini karena Allah. (Foto: Getty images)

Bek Timnas Maroko Issa Diop sabet Man of the Match usai cetak gol telat singkirkan Belanda di Piala Dunia 2026. Ia tegaskan semua keberhasilan ini karena Allah. (Foto: Getty images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Bek Tim Nasional Maroko, Issa Diop, dinobatkan sebagai Man of the Match (Pemain Terbaik) setelah tampil heroik menyelamatkan Singa Atlas dari ujung tanduk saat berhadapan dengan Belanda. Laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Monterrey, Senin (29/6) malam waktu setempat itu berakhir dramatis dengan kemenangan Maroko 3-2 lewat adu penalti.

Belanda tampaknya sudah bersiap memesan tiket ke babak 16 besar setelah mempertahankan keunggulan mereka hingga jelang akhir pertandingan. Namun, Issa Diop muncul sebagai sosok penyelamat.

Memasuki menit pertama masa injury time (90+1′), bek tengah tersebut melompat lebih tinggi dari barisan pertahanan skuad Oranje untuk menyambut sebuah umpan silang akurat. Sundulan kerasnya sukses merobek jala gawang Belanda dan memaksakan skor imbang 1-1, yang langsung memicu perayaan emosional dari para pemain dan pendukung Maroko di penjuru stadion.

Persembahkan Kemenangan untuk Allah

Di balik performa luar biasa yang membawanya meraih penghargaan Pemain Terbaik, Diop menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa saat diwawancarai seusai laga. Alih-alih membanggakan pencapaian individunya yang telah mencetak gol penentu, ia menyoroti nilai-nilai spiritualitas yang membumi.

“Kalian tahu, seperti yang saya katakan, kami orang-orang Muslim, jadi, kalian tahu, kami hanya berada di sini untuk seketika, jadi semuanya mengenai Allah dan berterima kasih ke-Nya,” ungkap Diop dengan tenang.

Gelar Man of the Match yang diterimanya memang sangat layak. Sepanjang pertandingan, Diop tampil impresif sebagai pilar utama pertahanan Maroko. Ia menunjukkan dominasi penuh dalam duel-duel udara, soliditas dalam menjaga area penalti, serta ketenangan mental yang luar biasa meski terus-menerus berada di bawah tekanan agresif serangan Belanda.

Keajaiban gol telat Diop rupanya menjadi suntikan moral yang masif bagi skuad Singa Atlas. Memasuki babak adu penalti yang penuh tekanan, para pemain Maroko tampil lebih percaya diri. Mereka akhirnya sukses membungkam Belanda dengan skor 3-2 di babak tos-tosan, sekaligus menyegel tiket berharga ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Malam di Monterrey tersebut menjadi malam tak terlupakan yang akan terus dikenang dalam sejarah sepak bola Maroko, di mana dedikasi, kerja keras, dan keimanan berpadu menjadi sebuah kemenangan yang epik.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 3 times, 3 visit(s) today