‘Jalur Langit’ China: Kisah Tiga Generasi Ubah Lembah Terisolasi Xiya Jadi Surga Wisata Dunia

‘Jalur Langit’ China: Kisah Tiga Generasi Ubah Lembah Terisolasi Xiya Jadi Surga Wisata Dunia

Ikhsan Medium.jpeg

Selasa, 14 Oktober 2025 – 02:32 WIB

Lembah Xiya di Pegunungan Taihang, China, yang tadinya terisolasi, kini menjelma menjadi Resor Wisata Tingkat Nasional berkat pembangunan 'jalur langit' sepanjang 7,5 km oleh tiga generasi penduduk desa. (Foto: Xinhua)

Lembah Xiya di Pegunungan Taihang, China, yang tadinya terisolasi, kini menjelma menjadi Resor Wisata Tingkat Nasional berkat pembangunan ‘jalur langit’ sepanjang 7,5 km oleh tiga generasi penduduk desa. (Foto: Xinhua)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Di tengah kemegahan Pegunungan Taihang di China utara, terdapat sebuah kisah epik tentang ketekunan dan semangat yang mengubah nasib. Lembah Xiya, yang terletak di wilayah Lingchuan, Provinsi Shanxi, dulunya adalah simbol keterasingan. Dikelilingi tebing-tebing terjal, lembah ini selama puluhan tahun dianggap sebagai permata tersembunyi yang tak terjangkau, terputus dari hiruk pikuk dunia.

Namun, semangat penduduk desa setempat bertekad merobohkan isolasi itu. Menurut Zhang Jiajia, pemandu wisata di Wangmangling, usaha gigih ini dimulai sejak tahun 1962.

Selama tiga generasi dan tiga dekade, mereka bahu-membahu membangun mahakarya arsitektur yang dikenal sebagai ‘jalur langit’.

Menggunakan alat sederhana seperti bor baja dan palu, mereka memahat jalan sepanjang 7,5 kilometer di dinding curam tebing Wangmangling, dengan perbedaan elevasi vertikal mencapai 600 meter. Jalan yang menggantung di tebing ini adalah bukti bisu dari kecerdikan dan kerja keras yang luar biasa.

Surga Kebugaran dan Wisata Kesehatan di Shanxi

Berkat pembukaan ‘jalur langit’ tersebut, Lembah Xiya kini benar-benar hidup. Lembah ini memadukan kemegahan tebing menjulang dengan ketenangan air jernih yang mempesona, menjadikannya destinasi ideal untuk wisata kesehatan dan kebugaran.

Lingkungan lembah ini memang langka. Penduduk setempat bersaksi, “Musim panas di sini berarti tidak ada nyamuk, tidur dengan selimut bahkan pada hari-hari terpanas.” Dengan rata-rata suhu musim panas di angka 22 derajat Celsius dan cakupan hutan yang mencapai lebih dari 96 persen, Lembah Xiya telah diakui sebagai tempat peristirahatan alami untuk rekreasi.

Pengakuan resmi datang pada Juni 2024, ketika Resor Wisata Lembah Xiya Taihang ditetapkan sebagai resor wisata tingkat nasional –yang pertama dan satu-satunya di Shanxi.

Pengunjung, seperti Feng Wenjuan dari Zhengzhou, memuji kealamian tempat ini. “Lembah Xiya tidak terlalu dikomersialkan. Anda benar-benar bisa menikmati pemandangan alam yang masih terjaga di sini. Ini adalah tempat yang sempurna untuk bersantai,” kata Feng, seperti dikutip dari Xinhua, Senin (13/10/2025).

Pariwisata Angkat Derajat Ekonomi Desa

Dampak dari pembukaan akses dan promosi wisata ini langsung terasa pada perekonomian lokal. Dari Januari hingga Agustus 2024, lembah ini telah menerima sekitar 910 ribu pengunjung, dan total pengunjung tahunan telah mencapai sekitar 1,1 juta orang, mencatat pertumbuhan lebih dari 20 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Guo Yudong, seorang pejabat desa di Lembah Xiya, menyatakan bahwa penduduk desa kini serius mengembangkan model yang mengintegrasikan homestay, pariwisata budaya, dan kebugaran.

Angka-angka pun berbicara tentang keberhasilan ini: hingga akhir 2024, pendapatan kolektif desa itu telah melampaui 1 juta yuan.

Bahkan, rata-rata pendapatan rumah tangga diperkirakan akan menembus 100 ribu yuan tahun ini, membuktikan bahwa ketekunan membangun ‘jalur langit’ telah sukses mengangkat derajat ekonomi desa dari keterasingan menuju kesejahteraan.

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today