Igor Tudor, pelatih kepala Juventus, terlihat sedang melakukan sesi pemanasan sebelum kick-off pertandingan Serie A antara Genoa CFC dan Juventus FC di Stadion Luigi Ferraris pada 31 Agustus 2025 di Genoa, Italia. (Foto: Simone Arveda/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pemecatan Igor Tudor kemarin menambah daftar panjang masalah Juventus, tidak hanya di lapangan namun juga di neraca keuangan. Laporan terbaru dari Calcio&Finanza mengungkap bahwa Juventus kini harus menanggung beban biaya hampir Rp580,5 Miliar (€30 juta) untuk membayar sisa gaji dua pelatih yang telah mereka pecat, Igor Tudor dan Thiago Motta.
Kedua pelatih tersebut, ironisnya, sama-sama masih terikat kontrak dengan klub hingga Juni 2027, yang berarti Juventus secara teknis masih wajib membayar gaji mereka.
Igor Tudor baru ditunjuk pada Maret 2025 untuk menggantikan Thiago Motta, yang juga dipecat oleh klub. Saat itu, Tudor menandatangani kontrak jangka panjang hingga 2027.
Menurut laporan Calcio&Finanza, rincian beban keuangan yang harus ditanggung Bianconeri adalah sebagai berikut:
Beban Gaji Thiago Motta
Dalam laporan keuangan terbaru Juventus yang berakhir pada 30 Juni 2025, terungkap bahwa klub telah mengalokasikan atau mencadangkan dana sebesar Rp 315,35 Miliar (€16,3 juta).
Dana ini disiapkan khusus untuk menutupi sisa gaji Thiago Motta dan staf kepelatihannya hingga kontrak mereka berakhir pada Juni 2027.
Beban Gaji Igor Tudor
Sementara angka resmi untuk Tudor belum dirilis, Calcio&Finanza memperkirakan bahwa pelatih asal Kroasia itu menandatangani kontrak senilai Rp58,05 Miliar (€3 juta) neto per tahun (sekitar Rp 106,42 Miliar atau €5,5 juta bruto per tahun).
Dengan sisa kontrak yang masih berjalan hingga 2027, total beban gaji Tudor yang harus ditanggung Juventus diperkirakan mencapai Rp212,85 Miliar (€11 juta), ditambah dengan kompensasi untuk para stafnya yang ikut dipecat.
Jika ditotal, Juventus harus membayar lebih dari Rp528,25 Miliar (total €27,3 juta) hanya untuk gaji pelatih yang sudah tidak lagi bekerja di klub.
Beban ratusan miliar rupiah ini akan terus ditanggung Juventus, kecuali jika klub berhasil mencapai kesepakatan pemutusan kontrak (pesangon) dengan kedua pelatih, atau jika Motta dan Tudor menemukan klub baru sebelum Juni 2027, yang secara otomatis akan menghentikan kewajiban Juventus membayar gaji mereka.
Di tengah masalah finansial ini, Juventus terus bergerak mencari pengganti permanen. Berbagai sumber di Italia melaporkan bahwa Direktur Juventus, Damien Comolli, dijadwalkan bertemu dengan kandidat utama, Luciano Spalletti, pada hari ini, Selasa (28/10).














