Juventus Tolak Tawaran Akuisisi Rp18 Triliun dari Perusahaan Kripto Tether

Juventus Tolak Tawaran Akuisisi Rp18 Triliun dari Perusahaan Kripto Tether

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 14 Desember 2025 – 06:30 WIB

Logo klub Juventus. (Foto: EPA)

Logo klub Juventus. (Foto: EPA)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Juventus dipastikan tetap berada di bawah kendali keluarga Agnelli. Pemilik klub berjuluk Si Nyonya Tua itu secara terbuka menolak tawaran pengambilalihan senilai sekitar €1 miliar atau hampir US$1,2 miliar (sekitar Rp18 triliun) dari perusahaan kripto global, Tether.

Penegasan itu disampaikan langsung oleh John Elkann, CEO Exor—holding company keluarga Agnelli—melalui pesan video yang diunggah di situs resmi Juventus pada Sabtu (13/12).

“Juventus, sejarah kami, dan nilai-nilai kami tidak untuk dijual,” kata Elkann.

“Juve telah menjadi bagian dari keluarga saya selama 102 tahun. Empat generasi telah membesarkannya, menjaganya di masa sulit, dan merayakan banyak momen indah,” lanjutnya.

Tether, perusahaan kripto berbasis di El Salvador, disebut mengajukan proposal untuk membeli saham mayoritas keluarga Agnelli di Juventus. Namun Exor menutup pintu rapat-rapat. Dalam pernyataan resminya, Exor menegaskan tidak memiliki niat menjual saham Juventus kepada pihak mana pun, termasuk Tether.

Sikap ini sekaligus menegaskan posisi Juventus sebagai salah satu benteng terakhir kepemilikan lokal di sepak bola Italia. Dalam satu dekade terakhir, sejumlah klub besar Serie A seperti AC Milan, Inter Milan, dan AS Roma telah beralih ke tangan investor asing. Juventus dan Napoli—yang dimiliki produser film Italia Aurelio De Laurentiis—menjadi pengecualian utama.

Keputusan mempertahankan kepemilikan ini datang di tengah fase transisi Juventus. Klub asal Turin tersebut belum kembali menjuarai Serie A sejak mengakhiri era sembilan gelar beruntun pada 2020. Setelah awal musim yang mengecewakan, manajemen memecat Igor Tudor dan menunjuk Luciano Spalletti sebagai pelatih kepala bulan lalu.

Spalletti menyambut positif sikap tegas pemilik klub.

“Merupakan sebuah kebanggaan merasakan kembali kekuatan dan gairah John Elkann serta keluarganya terhadap klub ini,” ujar Spalletti dalam konferensi pers jelang laga Serie A melawan Bologna.

“Sekarang tugas kami adalah membalas kepercayaan itu dengan prestasi, menghormati masa lalu, dan membangun masa depan yang setara, bahkan lebih baik,” sambungnya.

Juventus sendiri masih membawa beban masa lalu. Pada 2022, mantan presiden klub Andrea Agnelli dan seluruh jajaran direksi mengundurkan diri akibat penyelidikan dugaan manipulasi laporan keuangan. Sejak itu, klub berusaha memulihkan stabilitas, baik secara manajerial maupun sportif.

Bagi keluarga Agnelli, menolak tawaran bernilai fantastis ini bukan semata soal uang. Ini soal identitas. Di tengah derasnya arus modal global dan kripto yang mulai masuk ke sepak bola Eropa, Juventus memilih bertahan pada akar sejarahnya.

Topik
Komentar

Visited 5 times, 1 visit(s) today