Kalbe Hadirkan End to End Diabetes Ecosystem, Fokus pada Edukasi hingga Kualitas Hidup Pasien

Kalbe Hadirkan End to End Diabetes Ecosystem, Fokus pada Edukasi hingga Kualitas Hidup Pasien

Icon_INILAH GOLD.png

Selasa, 4 Agustus 2026 – 21:38 WIB

Pharma Director PT Kalbe Farma Tbk, dr. Selvinna, bersama sejumlah pakar kesehatan, organisasi profesi serta komunitas pasien dalam Diskusi Diabetes Total Solution di Hotel Morrisey, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026).  (Foto: Inilah.com/M. Tegar Jihad)

Pharma Director PT Kalbe Farma Tbk, dr. Selvinna, bersama sejumlah pakar kesehatan, organisasi profesi serta komunitas pasien dalam Diskusi Diabetes Total Solution di Hotel Morrisey, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026). (Foto: Inilah.com/M. Tegar Jihad)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menegaskan komitmennya dalam mendukung penanganan diabetes secara menyeluruh melalui pendekatan end to end diabetes ecosystem support.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Diskusi Diabetes Total Solution bertajuk “Kalbe Dukung Penanganan Diabetes End to End Diabetes Ecosystem Support: Dari Pencegahan Hingga Manajemen Jangka Panjang” yang menghadirkan sejumlah pakar kesehatan, organisasi profesi serta komunitas pasien.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Dr. dr. K. Heri Nugroho, Ketua Perkumpulan Edukator Diabetes Indonesia (PEDI) dr. Ida Ayu Made Kshanti, Pharma Director PT Kalbe Farma Tbk dr. Selvinna, serta perwakilan Komunitas Pandu Diabetes, Epie Suryono.

Pada kesempatan itu, Pharma Director PT Kalbe Farma Tbk, dr. Selvinna, mengatakan penanganan diabetes tidak bisa hanya berfokus pada pemberian obat.

Menurut Selvinna, diabetes merupakan sebuah perjalanan panjang (journey) yang dimulai sejak seseorang terdiagnosis hingga menjalani pengobatan dan pemantauan seumur hidup.

“Yang namanya orang sakit diabetes itu merupakan journey atau perjalanan. Mulai dari terdiagnosis, denial, sampai acceptance, sampai akhirnya berobat, apakah berobat mandiri, berobat herbal, menggunakan obat oral, insulin, sampai memantau gula darah. Itu adalah sebuah perjalanan,” ujar Selvinna di Hotel Morrissey, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026).

Selvinna menjelaskan, karena diabetes merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang, maka penanganannya tidak dapat dilakukan secara parsial.

Kalbe, kata dia, berupaya hadir di setiap tahapan perjalanan pasien, mulai dari upaya promotif, preventif, diagnosis, pengobatan, pemantauan gula darah, pemenuhan nutrisi, hingga edukasi.

“Kita melihat bahwa kita enggak bisa membantu pasien kalau kita cuma punya tata laksana di satu titik atau hanya parsial saja. Karena itu Kalbe ingin hadir mulai dari promotif, preventif, diagnosis, treatment, sampai monitoring gula darah dan nutrisinya,” ucap Selvinna.

Selvinna menegaskan, edukasi juga menjadi bagian penting dalam ekosistem tersebut. Menurutnya, edukasi tidak hanya ditujukan kepada pasien, tetapi juga kepada keluarga maupun orang-orang yang mendampingi pasien dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita percaya edukasi itu bukan hanya ke pasien, tapi juga ke support system-nya. Apakah itu orang tuanya, anaknya, saudaranya, atau caregiver-nya. Kita percaya kalau mau hasilnya optimal, maka tata laksananya memang harus lengkap,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Selvinna, Kalbe tidak hanya berperan sebagai perusahaan farmasi yang memproduksi obat, tetapi juga membangun ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi atau total solution.

“Kalbe bukan hanya hadir sebagai industri obat yang membuat obat saja. Sudah sejak cukup lama kami membangun ekosistem atau total solution,” ucapnya.

Ia memaparkan, konsep tersebut diwujudkan melalui berbagai program edukasi masyarakat yang dilakukan bersama organisasi profesi dan akademisi.

Menurut dia, edukasi langsung dari tenaga kesehatan masih menjadi pendekatan yang paling efektif di tengah berkembangnya pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

“Kami mengundang berbagai ahli untuk memberikan edukasi yang tepat dan profesional. Memang sekarang AI sudah banyak, tetapi kalau keyword atau prompt-nya kurang tepat, hasilnya juga belum tentu sesuai kenyataan. Saya masih melihat pendapat ahli yang bisa langsung ditanyakan dan tatap muka seperti ini jauh lebih efektif,” katanya.

Selain edukasi, Kalbe juga menyediakan berbagai alat pemeriksaan dan pemantauan diabetes, bekerja sama dengan laboratorium untuk pemeriksaan kesehatan, serta menghadirkan pilihan terapi mulai dari obat oral hingga insulin.

“Dari sisi diagnosis, kita menyiapkan alat-alat untuk monitoring, bekerja sama dengan laboratorium yang kita miliki, dan untuk pengobatan juga tersedia mulai dari injeksi hingga obat oral. Itu sebabnya kami berani menyebut diri sebagai total solution,” ujar Selvinna.

Tak hanya itu, Kalbe juga mendukung perubahan gaya hidup melalui kerja sama dengan sejumlah rumah sakit untuk mengadakan senam diabetes hingga program meditasi bagi pasien.

“Di beberapa rumah sakit kami bekerja sama membuat senam diabetes. Bahkan di rumah sakit tertentu kami juga masuk ke program meditasi. Dari pengalaman pasien, untuk tetap setia menjalani pengobatan selama bertahun-tahun itu tidak mudah. Banyak yang bosan minum obat setiap hari atau harus menggunakan insulin dan melakukan pemantauan gula darah secara rutin. Karena itu kami ikut membina pasien agar tetap konsisten menjalani terapi,” katanya.

Selvinna mengatakan keberhasilan program tersebut diukur melalui dua indikator utama, yakni meningkatnya akses pasien terhadap layanan diabetes dan meningkatnya kualitas hidup para penyandang diabetes.

“Kalau kita bilang berhasil berarti semakin banyak pasien yang mendapat akses, bukan hanya pengobatan tetapi juga pendampingan dan edukasi yang baik. Yang kedua adalah quality of life. Kami ingin pasien yang sudah terdiagnosis diabetes tetap bisa menikmati hidup dan memiliki kualitas hidup yang baik,” tuturnya.

Ia juga menyoroti pentingnya inovasi dalam bentuk kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, inovasi tidak hanya sebatas menghadirkan produk atau teknologi baru, tetapi juga membangun kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Kalbe memang merupakan salah satu industri yang mampu memproduksi insulin dalam negeri. Namun bagi kami, inovasi bukan hanya soal produk dan teknologi, melainkan bagaimana membangun kolaborasi dengan akademisi, komunitas, tenaga kesehatan, hingga pemerintah sehingga terbentuk satu ekosistem yang utuh untuk meningkatkan quality of life pasien,” jelasnya.

Meski demikian, Selvinna mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam membangun ekosistem penanganan diabetes secara menyeluruh.

Tantangan tersebut antara lain rendahnya angka deteksi dini, belum optimalnya dukungan keluarga, keterbatasan pembiayaan, regulasi, hingga masih adanya pasien yang belum menerima kondisi penyakitnya.

“Tantangannya adalah support system, pembiayaan, keterbukaan pasien, angka deteksi yang masih rendah, dan masih ada pasien yang denial sehingga menolak dibantu. Itu menjadi tantangan dari sisi pasien, keluarga, maupun regulasi,” katanya.

Ia menambahkan, yang membedakan program Diabetes Total Solution milik Kalbe dengan program lain adalah pendekatan yang dilakukan secara menyeluruh sejak awal perjalanan pasien.

“Banyak industri yang fokus pada produknya saja. Sementara Kalbe tidak hanya menyiapkan produk, tetapi juga mendukung edukasi, diagnosis, monitoring, hingga pendampingan. Kami berusaha hadir di setiap langkah perjalanan pasien diabetes, karena kami percaya penanganan diabetes tidak bisa hanya berfokus pada pengobatan saja,” pungkas Selvinna.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Edukator Diabetes Indonesia (PEDI), dr. Ida Ayu Made Kshanti, Sp.PD-KEMD, mengajak masyarakat untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan kesehatan apabila memiliki kekhawatiran terhadap kadar gula darah.

“Bagi Anda yang ragu apakah ada kelainan gula darah atau tidak, Anda atau keluarganya, atau tetangganya, atau teman dekatnya, atau teman kerjanya, jangan ragu untuk mengunjungi layanan kesehatan untuk minta edukasi,” ujar Ida. 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 1 times, 1 visit(s) today