Drama dugaan penipuan mobil Wuling di Surabaya ternyata belum selesai meski sudah mediasi serta ada permintaan maaf resmi dari Wuling.
Alih-alih mereda setelah kasus konsumen bernama Nensi Natalia viral, korban-korban baru justru terus bermunculan dan langsung mengadukan nasib mereka ke Wakil Wali Kota Surabaya, H. Armuji (Cak Ji).
Kasus ini kini menggelinding menjadi bola salju yang panas setelah puluhan korban dengan modus serupa mulai berani bersuara di Rumah Aspirasi milik Cak Ji.
Sejumlah korban mengadukan pengalaman tidak menyenangkan berurusan dengan sales Wuling Surabaya yang ujungnya menipu.
Modus Sales
Untuk mengklarifikasi kekacauan ini, Cak Ji langsung mengonfrontasi pihak manajemen Wuling wilayah Jawa Timur di Kenjeran, yang diwakili oleh Adi selaku Operation Manager Wuling Perdana Group Jatim. Dalam pertemuan tersebut, perdebatan sengit mengenai lokasi transaksi pun mencuat, Pembelaan Cak Ji: Menegaskan dealer harus bertanggung jawab penuh.
“Semua korban ini transaksi di kantor Wuling Perdana yang ada di Kenjeran, bukan di warung kopi! Berarti ini atas sepengetahuan karyawan dan administrasi dealer,” tegas Cak Ji.
Berdasarkan pemeriksaan internal, hanya ada satu korban (Pak Ervis) yang benar-benar bertransaksi di dalam kantor. Korban lain, termasuk Nensi, melakukan transaksi tunai yang membuat uangnya tidak masuk ke rekening resmi dealer.
Nensi Natalia langsung memprotes keras argumen dealer. Ia mengaku sama sekali tidak curiga karena setelah menyetor uang, ia langsung meminta bukti resmi di kantor dealer. “Saya diberi kuitansi lengkap dengan meterai, stempel resmi, dan tanda lunas atas nama saya sendiri di dalam dealer. Sebagai pembeli normal, ya saya percaya!” ceritanya dengan nada kecewa.
Satu SPK Dipakai Dua Orang
Pihak dealer mengaku menemukan kejanggalan besar pada sistem administrasi mereka. Nomor Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) milik Nensi ternyata terpecah dan merujuk pada dua konsumen yang berbeda.
Hal inilah yang membuat pelunasan tunai senilai Rp423,8 juta sejak awal tahun tidak pernah memicu pengiriman unit mobil. Nensi bahkan sempat berkompromi dengan memilih unit pengganti yang lebih murah (Wuling Eksion EV) dan mendapat pengembalian selisih Rp55 juta. Namun, janji pengiriman mobil pada Juli tetap zonk, hingga akhirnya ia melayangkan somasi resmi.
Dealer Pilih Jalur Hukum
Merasa nama baiknya dicoreng oleh ulah oknum internalnya, manajemen Wuling Perdana menegaskan telah melaporkan Raditia Febrianto ke pihak berwajib. “Kami tidak mungkin berargumen saling menuduh. Jadi ya sudah, kami laporkan ke pihak berwajib biar diurus,” ujar Adi.
Meski proses hukum berjalan, nasib uang dan mobil belasan korban baru ini masih terombang-ambing tanpa kepastian. Cak Ji pun memberikan peringatan keras kepada seluruh warga Surabaya: “Hati-hati saja beli mobil di Wuling, kejadian kayak gini kan merugikan semua customer,” pungkasnya.
Wuling Minta Maaf
Wuling Motors menyampaikan permintaan maaf terkait kasus dealer Surabaya yang viral di media sosial.
Menggandeng Wakil Wali Kota Surabaya Armuji atau Cak Ji, konsumen atas nama Nancy menyambangi Wuling Surabaya untuk meminta kejelasan mobil yang sudah dipesan.
“Wuling Motors telah mengetahui permasalahan yang terjadi dalam proses pembelian kendaraan pada salah satu jaringan Wuling Motors di kota Surabaya. Atas kejadian tersebut, Wuling Motors menyampaikan permohonan maaf atas kerugian dan ketidaknyamanan yang dialami oleh konsumen,” tulis Wuling di laman resminya.
Pelanggaran SOP
Berdasarkan hasil penelusuran, telah ditemukan pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang dilakukan oleh oknum wiraniaga (sales) dalam proses transaksi.
“Wuling Motors menegaskan bahwa perusahaan tidak menoleransi segala bentuk tindakan yang bertentangan dengan prosedur perusahaan maupun yang dapat merugikan konsumen,” tulis Wuling.
Menindaklanjuti permasalahan tersebut, Wuling Motors akan mengambil tindakan dan melakukan langkah korektif terhadap dealer yang bersangkutan, serta melakukan evaluasi guna menjamin proses pelayanan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami juga berkomitmen untuk memastikan setiap konsumen mendapatkan haknya dalam bertransaksi di seluruh jaringan dealer resmi Wuling Motors, sesuai dengan standar yang berlaku,” kata Wuling.











