Como 1907 harus menelan kekalahan dramatis 3-4 di tangan Inter Milan dalam lanjutan Serie A 2025/26 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Minggu (12/4) malam waktu setempat. Meski takluk, pelatih kepala Como, Cesc Fabregas, menyatakan kebanggaan mendalam atas perlawanan luar biasa yang ditunjukkan para pemainnya.
Laga berjalan di luar dugaan. Como tampil berani sejak menit awal dan berhasil memimpin 2-0 atas pemuncak klasemen Serie A melalui gol Alex Valle dan Nico Paz. Stadion Sinigaglia pun bergemuruh menyambut capaian mengejutkan tim tuan rumah.
Namun Nerazzurri membuktikan kualitas mereka di babak kedua. Inter tampil sangat klinis dan nyaris tidak menyia-nyiakan satu peluang pun. Marcus Thuram dan Denzel Dumfries masing-masing mencetak dua gol untuk membalikkan keadaan menjadi 4-2.
Como masih sempat memperkecil defisit melalui penalti Lucas Da Cunha, dan Alberto Moreno bahkan membentur tiang gawang di masa tambahan waktu. Namun skor 3-4 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Fabregas: Keberanian Kami Berbicara di Lapangan
Fabregas tidak menyembunyikan rasa bangganya dalam sesi wawancara pascalaga di DAZN Italia.
“Tim saya sekali lagi membuktikan diri sebagai tim yang punya nyali, semangat, dan bahkan dalam kekalahan menunjukkan karakter. Memang kami membuat kesalahan, tapi ini tim muda yang berhadapan dengan lawan yang menghukum setiap kekeliruan,” ujar Fabregas.
Ia juga menyoroti statistik yang membuktikan kualitas permainan Como malam itu.
“Saya suka melihat statistik, dan tidak banyak tim yang mampu melepaskan 20 tembakan ke gawang Inter. Jika dua tahun lalu ada yang bilang kami bisa bersaing seperti ini melawan Inter, saya pasti mengira itu hanya pertandingan persahabatan,” tambahnya.
Titik Balik di Penghujung Babak Pertama
Fabregas mengakui bahwa momentum emosional mengubah jalannya pertandingan. Gol Thuram tepat sebelum turun minum menjadi titik balik psikologis yang memberikan harapan baru bagi Inter.
“Itulah maksud saya, Anda bisa bicara taktik sepanjang hari, tetapi pada akhirnya mentalitaslah yang membuat perbedaan,” kata Fabregas.
Ia menyebut komunikasi yang kurang baik antara Valle dan Perrone menjadi celah yang dimanfaatkan Inter untuk mencetak gol tersebut. Meski demikian, Fabregas mengaku tetap menyampaikan pesan positif kepada para pemain di ruang ganti.
“Pesan saya di babak kedua adalah apa pun hasilnya, kami harus terus bermain seperti itu,” ujarnya.
Tak Cek Klasemen, Fokus ke Proses
Menariknya, Fabregas mengaku tidak pernah memantau posisi Como di klasemen sejak awal musim, dan tidak berencana melakukannya kini.
“Saya tidak tahu posisi kami di klasemen karena saya tidak pernah mengeceknya sejak awal musim dan saya tidak akan melakukannya sekarang,” ujarnya santai.
Kekalahan ini membuat Como turun ke posisi kelima klasemen, tertinggal dua poin dari Juventus di urutan keempat. Persaingan tiket Liga Champions di Serie A pun semakin sengit — hanya enam poin memisahkan Milan di peringkat ketiga dan Roma di peringkat keenam, dengan enam laga tersisa.
Rivalitas dengan Inter Belum Usai
Kedua tim masih akan bertemu dalam waktu dekat. Fabregas dan Como akan menjamu Inter kembali dalam leg kedua semifinal Coppa Italia di San Siro pada 21 April mendatang. Catatan sebelumnya menunjukkan Como mampu menahan Inter 0-0 di leg pertama bulan lalu — sebuah modal psikologis yang berharga.
“Ada enam laga tersisa ditambah Coppa Italia. Kami akan lihat nanti di mana kami akhirnya berada,” pungkas Fabregas.













