Kebakaran Pub di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Korban Terjebak Asap Beracun Usai Ledakan

Kebakaran Pub di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Korban Terjebak Asap Beracun Usai Ledakan

Sebuah pub yang berlokasi di distrik Chatuchak, Bangkok, Thailand, terbakar hebat pada Minggu (12/7/2026) malam. Insiden tragis ini merenggut nyawa 27 orang, sementara puluhan pengunjung lainnya mengalami luka-luka akibat terjebak di dalam bangunan.

Laporan Bangkok Post menyebutkan bahwa panggilan darurat pertama kali masuk sekitar pukul 23.57 waktu setempat. Meski petugas pemadam kebakaran bergerak cepat dan berhasil menjinakkan api, dampak fatal di dalam ruangan tidak terhindarkan.

Menurut kesaksian sejumlah korban yang selamat, petaka malam itu bermula dari kepulan asap tebal. Asap tersebut mendadak keluar dari kotak pemutus sirkuit listrik atau circuit breaker yang terletak di dekat area panggung utama.

Hanya dalam hitungan detik setelah asap muncul, aliran listrik di seluruh ruangan langsung padam total. Suasana yang semula riuh berubah menjadi mencekam ketika disusul suara ledakan keras. Kobaran api pun langsung menjalar dengan sangat cepat, melahap material bangunan yang mudah terbakar.

Korban Tewas Menumpuk di Dekat Toilet

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul langsung turun ke lokasi kejadian pada Senin (13/7/2026) dini hari sekitar pukul 01.44 waktu setempat. Berdasarkan pantauan awal, Anutin menyampaikan bahwa sebagian besar korban mengembuskan napas terakhirnya akibat menghirup asap beracun di dalam ruangan yang gelap gulita.

Dari data teranyar, 27 korban tewas terdiri dari sembilan pria dan 18 wanita. Ironisnya, tim penyelamat menemukan sebagian besar jasad korban bertumpuk di dekat area toilet pub.

Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt yang ikut menginspeksi lokasi pada Senin pagi menjelaskan penyebab banyaknya korban jiwa. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa langit-langit atau plafon pub hancur total akibat terbakar, sementara kursi-kursi berbahan plastik di dalam ruangan justru masih relatif utuh.

Hal ini mengindikasikan adanya material plafon yang terbakar dan menghasilkan gas atau asap beracun dalam waktu singkat. Ditambah lagi, kondisi ruangan yang gelap gulita membuat para pengunjung panik, kehilangan arah orientasi, dan gagal menjangkau pintu keluar darurat.

Puluhan Pengunjung Masih Kritis

Selain korban meninggal dunia, kebakaran ini juga menyebabkan 63 orang mengalami luka-luka. Chadchart Sittipunt menegaskan bahwa kondisi di rumah sakit saat ini masih cukup genting.

“Sebanyak 22 korban di antaranya berada dalam kondisi kritis dan membutuhkan penanganan khusus, termasuk tindakan intubasi (pemasangan alat bantu napas),” ujar Chadchart kepada awak media lokal.

Proses identifikasi terbilang berjalan lambat. Hingga Senin siang, pihak otoritas baru berhasil mengidentifikasi secara resmi enam dari 27 korban tewas. Pemerintah kota menegaskan prioritas utama saat ini adalah mencocokkan data medis demi menghubungi pihak keluarga korban, baik yang meninggal dunia maupun yang sedang dirawat.

Ponsel Korban Terus Berdering di Lokasi

Ada momen memilukan yang terekam saat tim penyelamat melakukan penyisiran di puing-puing bangunan. Petugas menemukan banyak ponsel milik korban yang berserakan di lantai dalam kondisi terus berdering.

Panggilan-panggilan tersebut berasal dari kerabat dan keluarga yang panik mencari kabar. Petugas penyelamat akhirnya berinisiatif menjawab panggilan tersebut satu per satu guna mendokumentasikan identitas sekaligus memberikan informasi awal kepada keluarga yang mencari kejelasan nasib anggota keluarganya.

Terkait legalitas tempat usaha, pemerintah setempat mengonfirmasi bahwa tempat hiburan malam tersebut mengantongi izin resmi yang terdaftar sebagai restoran dengan live music.

Secara tata ruang, bangunan tersebut sebenarnya dilengkapi dengan dua pintu keluar darurat. Saat ini, tim penyidik dari kepolisian Thailand tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan apakah salah satu pintu darurat tersebut dalam kondisi terkunci atau terhalang material lain ketika kepanikan massa terjadi.

Visited 2 times, 2 visit(s) today