Petani panen tebu di Jatikalen, Nganjuk, Jawa Timur, Senin (20/7/2026). (Foto: ANTARA/Muhammad Mada/agr).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kejar swasembada gula putih pada 2028, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kebut pelaksanaan program bongkar ratoon secara masif terhadap tanaman tebu yang sudah tidak produktif.
“Perintah Bapak Presiden, swasembada gula putih paling lambat dua tahun harus tercapai. Insha Allah kami akan melakukan bongkar ratoon secara besar-besaran,” kata Mentan Amran di Kantor Pusat PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Surabaya, Rabu (22/7/2026).
Dia menuturkan, tanaman ratoon yang telah berumur 12 tahun, tujuh tahun hingga 15 tahun akan dibongkar, dan diremajakan. Targetnya seluas 100 ribu hektare setiap tahun.
Melihat masifnya upaya itu, Mentan Amran optimistis seluruh program bongkar ratoon bisa rampung dalam dua tahun. Dengan anggaran yang telah disiapkan atas persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut dia, percepatan peremajaan tanaman menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas tebu nasional sehingga mampu mendongkrak produksi gula dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara Mahmudi menegaskan pihaknya siap menjalankan arahan pemerintah dengan memperkuat kolaborasi bersama pabrik gula swasta serta meningkatkan dukungan kepada petani tebu.
“Intinya kita harus melakukan percepatan swasembada gula. Arahan Bapak Menteri menjadi semangat bagi PT SGN bersama pabrik gula swasta untuk bergerak bersama-sama, terutama dengan memberikan perhatian lebih kepada petani,” ujar Mahmudi.
Mahmudi menjelaskan beberapa bentuk dukungan untuk para petani di antaranya melalui program bantuan bongkar ratoon, penyediaan traktor, serta berbagai dukungan budidaya lainnya.
“Kami optimistis target swasembada gula dalam dua tahun dapat diwujudkan,” ujarnya.
Ia menekankan, keberhasilan program percepatan swasembada tidak hanya bergantung pada peningkatan kapasitas industri gula tetapi juga pada keberhasilan meningkatkan produktivitas di tingkat petani.
Oleh sebab itu, PT SGN akan terus memperluas pendampingan, mekanisasi, serta program peremajaan tanaman sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan kemandirian gula nasional sesuai target pemerintah.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














