Kejar Transportasi Hijau, Waskita Kebut LRT Jakarta Fase 1B, Sebentar Lagi Rampung

Kejar Transportasi Hijau, Waskita Kebut LRT Jakarta Fase 1B, Sebentar Lagi Rampung

Iwan Medium.jpeg

Jumat, 8 Mei 2026 – 22:22 WIB

Ilustrasi proyek LRT Jakarta. PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatat progres Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai telah mencapai 91,86 persen. (Foto: ANTARA/HO-PT Waskita Karya/aa).

Ilustrasi proyek LRT Jakarta. PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatat progres Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai telah mencapai 91,86 persen. (Foto: ANTARA/HO-PT Waskita Karya/aa).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Tak banyak BUMN karya yang konsisten membangun moda transportasi publik yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan seperti yang dilakukan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT).

Waskita Karya dipercaya menggarap proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai milik PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Hingga kini, progres proyek tersebut telah melampaui 92 persen.

Jalur layang LRT yang melintas di atas Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono kini telah tersambung 100 persen. Pemasangan steel box girder (SBG) di simpang Matraman juga telah rampung.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, mengatakan penyelesaian bentang girder tersebut menjadi tahapan krusial dalam proyek LRT Jakarta Fase 1B, mengingat titik tersebut termasuk area paling kritis di lintasan.

“Kami bersyukur seluruh proses pembangunan berjalan lancar sesuai rencana. Keberhasilan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara perseroan dengan PT Jakarta Propertindo, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan,” kata Ermy di Jakarta, dikutip Jumat (8/5/2026).

Dalam pengerjaan proyek ini, Waskita mengandalkan sejumlah inovasi, antara lain penggunaan bentang panjang (long span) serta implementasi Building Information Modelling (BIM) hingga level 7D.

Teknologi yang diterapkan meliputi incremental lifting steel box girder, lifting sliding PC girder, serta metode traveler launcher cast-in situ balanced cantilever. Inovasi ini memungkinkan pekerjaan tetap berjalan di tengah lalu lintas jalan raya dan tol yang padat di Jakarta.

“Berkat inovasi tersebut, pemasangan jalur layang LRT di atas jalan tol menjadi lebih mudah dan tidak mengganggu lalu lintas serta mobilitas masyarakat. Ini membuktikan perseroan mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan kerja,” jelas Ermy.

Ia menambahkan, jalur layang LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Jalan Pramuka kini telah tersambung, menghubungkan wilayah Jakarta Utara, Timur, dan Pusat melalui jaringan rel terintegrasi.

Selain itu, sejumlah struktur utama di koridor Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Tambak, dan Jalan Sultan Agung juga telah terhubung. Waskita optimistis proyek LRT Jakarta Fase 1B dapat rampung tepat waktu.

“Proyek ini sangat dinantikan masyarakat Jakarta dan sekitarnya karena dinilai mampu mengurangi kemacetan sekaligus menurunkan jejak karbon perkotaan guna mendukung kualitas udara yang lebih baik,” tutur Ermy.

Sebagai informasi, proyek LRT senilai Rp4,1 triliun ini ditargetkan segera dapat dimanfaatkan masyarakat. Atas proyek tersebut, Waskita Karya pada tahun lalu masuk sebagai finalis ajang Bentley’s Going Digital Awards in Infrastructure (YII) 2025 di Amsterdam, Belanda.

Inovasi digital perseroan dalam proyek ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi, keselamatan, serta keberlanjutan dalam proses konstruksi.

Dalam ajang yang diikuti 250 nominasi dari 47 negara tersebut, Waskita menampilkan teknologi untuk mendukung pengerjaan proyek di kawasan perkotaan yang padat.

Ermy menegaskan, pembangunan transportasi massal di wilayah urban bukan perkara mudah, sehingga dibutuhkan solusi inovatif untuk mengatasi kompleksitas di lapangan.

Untuk mempercepat pembangunan, Waskita mengandalkan solusi digital berbasis BIM dan teknologi Bentley Systems. Perseroan juga memanfaatkan drone fotogrametri serta simulasi 4D guna memantau dan mengelola proyek secara real time.

“Waskita menggunakan platform digital terintegrasi yang menggabungkan data spasial, model BIM, dan jadwal pekerjaan dalam satu sistem. Cara ini memudahkan seluruh tim, baik teknis maupun nonteknis, dalam mengakses informasi proyek serta mengambil keputusan secara cepat,” ujarnya.

Dengan metode tersebut, perseroan berhasil mengidentifikasi dan menyelesaikan lebih dari 1.200 potensi kendala sebelum konstruksi berlangsung. Selain meningkatkan keselamatan kerja, simulasi 4D juga mendorong efisiensi dan presisi konstruksi.

“Perseroan berkomitmen untuk terus berinovasi dan mendukung hadirnya sistem transportasi publik yang andal, aman, nyaman, serta berkelanjutan. Kami yakin proyek ini turut mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan mendukung Net Zero Emission (NZE),” tutup Ermy.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 8 times, 1 visit(s) today