Keputusan Sony untuk mulai meninggalkan distribusi game berbentuk disc memicu perdebatan di kalangan gamer. Sebagian menilai langkah tersebut menjadi akhir dari kepemilikan game secara fisik, sementara yang lain menganggapnya sebagai konsekuensi alami dari dominasi distribusi digital.
Perdebatan itu kembali mengemuka setelah peluncuran Grand Theft Auto VI. Rockstar Games mengonfirmasi versi fisik GTA 6 hanya berisi kode unduhan tanpa disc, sebuah keputusan yang langsung memicu penolakan dari sejumlah retailer game yang selama ini mendukung media fisik.
Langkah Rockstar dinilai sejalan dengan arah industri yang juga mulai ditempuh Sony.
Mayoritas Gamer Sudah Beralih ke Digital
Menurut laporan TheSixthAxis, sekitar 85 persen pengguna PlayStation kini membeli game secara digital. Angka tersebut menunjukkan mayoritas pemain lebih memilih mengunduh game langsung dibanding membeli versi fisik.
Perubahan perilaku ini sebenarnya bukan hal baru. Industri musik lebih dulu meninggalkan CD dan beralih ke layanan streaming seperti Spotify maupun Apple Music. Hal serupa terjadi di industri film, ketika penjualan Blu-ray terus menurun akibat meningkatnya konsumsi konten digital.
Tren tersebut kini semakin terlihat di industri video game.
Punya Disc Belum Tentu Benar-benar Memiliki Game
Salah satu argumen yang paling sering muncul dari pendukung media fisik adalah kepemilikan.
Namun secara hukum, membeli game fisik tidak selalu berarti memiliki game tersebut sepenuhnya.
Sebagian besar penerbit, termasuk Sony, Microsoft, maupun Electronic Arts, menyatakan bahwa konsumen sebenarnya hanya membeli lisensi penggunaan, bukan hak kepemilikan penuh atas perangkat lunak tersebut.
Artinya, baik membeli secara digital maupun menggunakan disc, pengguna tetap terikat pada perjanjian lisensi atau End User License Agreement (EULA).
Disc Kini Tak Lagi Menjamin Game Bisa Dimainkan
Keunggulan media fisik juga semakin berkurang dalam beberapa tahun terakhir.
Banyak game modern tidak lagi memuat seluruh data permainan di dalam disc. Sebaliknya, pemain tetap diwajibkan mengunduh pembaruan besar pada hari pertama (day one patch), bahkan beberapa judul hanya menggunakan disc sebagai media autentikasi sebelum mengunduh seluruh data game dari internet.
Game berukuran sangat besar seperti GTA 6 maupun seri Call of Duty bahkan diperkirakan sudah melampaui kapasitas media Blu-ray konvensional.
Dengan ukuran file yang terus membesar, distribusi digital menjadi solusi yang lebih efisien bagi pengembang maupun penerbit.
Masih Ada Keunggulan Media Fisik
Meski demikian, media fisik belum sepenuhnya kehilangan nilai.
Game dalam bentuk disc masih dapat dijual kembali, dipinjamkan kepada teman, maupun dikoleksi. Hak tersebut sulit dilakukan pada game digital yang umumnya melekat pada satu akun pengguna.
Karena alasan itulah sejumlah retailer, termasuk Video Games Plus di Kanada, memilih tidak menjual GTA 6 versi fisik karena hanya berisi kode unduhan.
Bagi mereka, kotak tanpa disc dinilai tidak lagi mewakili konsep kepemilikan fisik yang selama ini dipertahankan.
Industri Sudah Bergerak ke Arah Digital
Fenomena ini sebenarnya pernah dialami pasar PC.
Saat Steam diperkenalkan pada 2004, banyak gamer menolaknya karena mengharuskan aktivasi digital. Namun dua dekade kemudian, Steam justru menjadi platform distribusi game terbesar di dunia.
Kondisi serupa kini mulai terjadi di konsol.
Semakin cepatnya internet, kapasitas penyimpanan yang semakin besar, serta meningkatnya penjualan digital membuat produsen konsol perlahan mengurangi ketergantungan terhadap media optik.
Meski sebagian kolektor dan penggemar game fisik masih mempertahankan preferensinya, arah industri tampaknya semakin jelas: distribusi digital bukan lagi sekadar alternatif, melainkan menjadi model utama penjualan game di masa depan.














