Komut Pertamina Ingatkan Risiko Geopolitik Global Ancam Bisnis Energi

Komut Pertamina Ingatkan Risiko Geopolitik Global Ancam Bisnis Energi

Ibnu Medium.jpeg

Jumat, 5 Juni 2026 – 18:32 WIB

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan memberikan sambutan dalam kunjungan kerja ke area operasional PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Tbk di Kamojang, Bandung, Jumat (14/3/2025).(Foto: Dok. Pertamina)

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan memberikan sambutan dalam kunjungan kerja ke area operasional PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Tbk di Kamojang, Bandung, Jumat (14/3/2025).(Foto: Dok. Pertamina)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menegaskan pentingnya penguatan mitigasi risiko sebagai fondasi utama dalam menjaga ketahanan bisnis dan keberlangsungan operasional perusahaan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Penegasan tersebut disampaikan Iriawan saat memimpin rapat koordinasi Komite Tata Kelola Terintegrasi (KTKT) yang berlangsung di Ballroom Pertamina Club, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026).

Rapat tersebut membahas dampak perkembangan geopolitik global terhadap bisnis Pertamina Group sekaligus melakukan evaluasi dan pemeringkatan ulang risiko pada anak-anak perusahaan di lingkungan Pertamina.

Dalam arahannya, Iriawan menyebut kondisi geopolitik dunia saat ini semakin kompleks. Konflik kawasan, fluktuasi harga minyak dunia, tekanan rantai pasok global, gejolak nilai tukar, hingga fragmentasi ekonomi internasional menjadi faktor yang berpotensi memengaruhi industri energi nasional.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi Pertamina tidak lagi sebatas risiko operasional, tetapi telah berkembang menjadi risiko strategis yang mencakup aspek finansial dan kebijakan.

“Pertamina tidak hanya menghadapi tantangan bisnis komersial, tetapi juga mengemban mandat strategis negara untuk menjaga ketahanan energi nasional dan stabilitas pasokan energi bagi masyarakat,” ujar Iriawan.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran manajemen dan anak perusahaan untuk memperkuat sistem pengelolaan risiko secara terintegrasi agar mampu merespons berbagai perubahan yang terjadi secara cepat dan tepat.

Iriawan menegaskan bahwa dokumen manajemen risiko tidak boleh hanya menjadi formalitas administratif. Menurutnya, sistem tersebut harus mampu berfungsi sebagai alat peringatan dini yang memberikan gambaran menyeluruh mengenai potensi risiko yang dihadapi perusahaan.

“Sistem manajemen risiko harus menjadi early warning system yang mampu memberikan visibilitas risiko secara terintegrasi kepada direksi dan komisaris dalam mengambil keputusan strategis,” katanya.

Ia menambahkan, kemampuan perusahaan dalam melakukan identifikasi, mitigasi, dan pengambilan keputusan yang tepat akan menjadi faktor penentu dalam menjaga keberlangsungan bisnis Pertamina di masa mendatang.

Selain penguatan manajemen risiko, Iriawan juga menyoroti pentingnya sinergi antaranak perusahaan dan subholding di lingkungan Pertamina Group. Ia meminta seluruh unit bisnis meninggalkan pola kerja silo atau ego sektoral yang dapat menghambat efektivitas organisasi.

Menurutnya, kekuatan Pertamina ke depan tidak hanya ditentukan oleh besarnya aset dan skala usaha yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan seluruh ekosistem perusahaan untuk bekerja sebagai satu kesatuan.

“Saya ingin menegaskan bahwa sinergi bisnis Pertamina Group harus dijalankan secara nyata, bukan sekadar konsep organisasi,” ujarnya.

Ia mendorong seluruh unit usaha untuk memprioritaskan penggunaan produk, jasa, dan kapabilitas internal Pertamina Group selama memenuhi aspek kualitas dan keekonomian.

“Seluruh ekosistem Pertamina harus saling memperkuat agar perusahaan semakin tangguh menghadapi tantangan global dan mampu menjalankan mandat menjaga ketahanan energi nasional,” kata Iriawan.

Melalui penguatan tata kelola, manajemen risiko yang terintegrasi, dan kolaborasi antaranak usaha, Pertamina berupaya memastikan operasional perusahaan tetap berjalan optimal sekaligus mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat dinamika ekonomi dan geopolitik global.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 1 visit(s) today