Carlos Alcaraz dari Spanyol merayakan poin melawan Alex de Minaur dari Australia dalam pertandingan Penyisihan Grup pada hari pertama Nitto ATP Finals 2025 di Inalpi Arena pada 9 November 2025 di Turin, Italia. (Foto: Clive Brunskill/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Carlos Alcaraz menjaga rekor tak terkalahkannya di ATP Finals 2025 sekaligus semakin dekat untuk mengamankan status peringkat 1 dunia akhir tahun. Petenis unggulan teratas itu sukses menaklukkan Taylor Fritz dalam laga round robin kedua yang menegangkan.
Dalam pertandingan berdurasi dua jam 48 menit di Inalpi Arena, Turin, Selasa (11/11) malam waktu setempat, Alcaraz bangkit setelah kalah di set pertama untuk meraih kemenangan 6-7(2), 7-5, 6-3.
Hasil ini menempatkan Alcaraz di puncak Grup Jimmy Connors dengan rekor 2-0.
Pertarungan berlangsung ketat sejak awal. Alcaraz, yang sempat membuang keunggulan break di set pembuka, mengakui bahwa ia kesulitan menemukan ritme permainannya.
“Pertandingannya cukup ketat, saya lebih kesulitan daripada dia di set pertama,” kata Alcaraz, dikutip dari laman resmi ATP, Rabu (12/11).
“Servis saya kurang baik, dan saya pikir dia cukup nyaman dari baseline. Saya tidak merasakan bola sebaik di babak pertama, tetapi saya sangat senang telah menemukan cara untuk bangkit,” ujarnya.
Fritz Sesali Buang Peluang
Di sisi lain, runner-up tahun lalu, Taylor Fritz, sangat menyesali kegagalannya memanfaatkan peluang emas. Petenis Amerika itu tampil percaya diri di 90 menit pertama dan nyaris meraih kemenangan keduanya atas Alcaraz tahun ini.
“Kesempatan saya untuk memenangi pertandingan itu ada di set kedua, dan saya tidak memanfaatkannya. Saya punya peluang,” kata Fritz dalam konferensi pers pascapertandingan.
Puncak frustrasi Fritz terjadi pada kedudukan 2-2 di set kedua, ketika ia gagal mengonversi dua break point. Pada satu momen krusial, Fritz ragu saat mendapat peluang overhead dan memilih membiarkan bola memantul.
“Mungkin seharusnya saya langsung memukulnya,” sesal Fritz. “Yang membuat frustrasi adalah saya sebenarnya menguasai bola yang ingin saya serang, hanya saja tidak memukulnya dengan cukup baik.”
Momentum itu sukses dimanfaatkan Alcaraz. Setelah bertahan dalam game maraton selama 14 menit, Alcaraz mendapat sedikit keberuntungan di game ke-12 saat pengembalian backhand-nya mengenai net dan mengecoh Fritz, yang membawanya memenangkan set kedua.
Satu Kemenangan Lagi dari No.1 Dunia
Kemenangan ini membuat Alcaraz (kini unggul H2H 5-1 atas Fritz) hanya terpaut 50 poin dari rivalnya, Jannik Sinner, dalam perebutan takhta No.1 ATP akhir tahun.
Petenis berusia 22 tahun itu hanya membutuhkan satu kemenangan lagi di Turin—pada laga terakhir grup melawan Lorenzo Musetti, Kamis (13/11)—untuk mengunci status tersebut.
“Saya akan berusaha untuk tidak memikirkannya,” kata Alcaraz sambil tersenyum. “Ini akan menjadi pertandingan yang sangat penting bagi saya. Saya akan berusaha untuk tidak membiarkan rasa gugup mengganggu pertandingan.”
Sementara itu, Fritz (rekor 1-1) akan menjalani laga hidup-mati melawan Alex de Minaur.














