Lazio vs Udinese 3-3: Maldini Pahlawan Injury Time, Drama 7 Menit Pengubah Segalanya

Lazio vs Udinese 3-3: Maldini Pahlawan Injury Time, Drama 7 Menit Pengubah Segalanya

Stadio Olimpico kembali menjadi panggung pertunjukan sepak bola yang memukau. Lazio dan Udinese saling menggempur dalam pertandingan luar biasa yang berakhir dengan skor imbang 3-3, Senin (27/4/2026) malam waktu setempat. 

Sebuah laga yang menyajikan gol-gol indah, drama akhir, dan ketegangan tujuh menit terakhir yang sulit dilupakan.

Pedro, Kingsley Ehizibue, dan Luca Pellegrini sama-sama mencetak gol kelas dunia. Sementara dua gol dramatis di masa injury time mengubah arah laga sebelum akhirnya papan skor terkunci dalam keadaan imbang.

Suasana Bercampur Aduk di Markas Aquile

Lazio sebenarnya memasuki laga ini dengan mood positif. I Aquile baru saja memastikan tiket ke Final Coppa Italia setelah menyingkirkan Atalanta lewat drama adu penalti, berkat penampilan heroik kiper Edoardo Motta. Namun di sisi lain, suporter Lazio masih bersikukuh memboikot laga kandang sebagai bentuk protes — meninggalkan tribun yang nyaris kosong.

Maurizio Sarri juga harus memutar otak menyusun skuad. Mattia Zaccagni, Danilo Cataldi, dan Mario Gila bergabung dengan Samuel Gigot, Ivan Provedel, serta Alessio Furlanetto di ruang perawatan. Kabar baiknya, Nicolò Rovella mengejutkan dengan kembali masuk daftar bangku cadangan, dua bulan lebih setelah mengalami patah tulang selangka. Udinese pun pincang tanpa Jesper Karlstrom yang terkena hukuman, ditambah Keinan Davis, Jordan Zemura, Nicolò Bertola, dan Alessandro Zanoli yang cedera.

Ehizibue Pecahkan Kebuntuan dengan Gol Sensasional

Pertandingan langsung berjalan dengan tensi tinggi. Idrissa Gueye nyaris membuka skor di menit-menit awal, sementara Edoardo Motta beberapa kali harus tampil gemilang di bawah mistar.

Gol pembuka akhirnya datang di menit ke-18 — dan caranya luar biasa. Setelah dua pemain bertabrakan saat berebut sundulan dari umpan silang Oumar Solet di tiang jauh, bola jatuh manis di kaki Kingsley Ehizibue. Sang bek sayap Udinese melepaskan tembakan keras dari sudut sempit, menusuk atap gawang Lazio.

Volley Pellegrini Samakan Skor

Lazio membalas dengan gaya yang tak kalah memukau. Dari peluang bersih pertama mereka, Biancocelesti berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi solo Luca Pellegrini di menit ke-50. Bek kiri itu membiarkan bola muntah dari sepak pojok memantul sekali, sebelum melepaskan tendangan voli kaki kiri yang spektakuler menuju pojok atas gawang Maduka Okoye.

Permainan terus berjalan terbuka. Tijjani Noslin sempat menyerempet mistar dari assist Pellegrini, sementara Gustav Isaksen nyaris membuat Lazio unggul setelah Okoye memblok tembakannya ke mistar. Adam Buksa juga membuang peluang emas mengembalikan keunggulan Udinese, sementara Nicolò Zaniolo bahkan berhasil membuang peluang dari jarak lima yard dengan kontak yang buruk.

Pedro Bicara Kelas, Tapi Drama Belum Selesai

Di tengah pertukaran serangan, sang veteran Pedro mengingatkan semua orang tentang kelasnya. Di menit ke-80, eks bintang Barcelona dan Chelsea itu melepaskan tendangan melengkung kaki kanan dari pinggir kotak penalti dengan satu sentuhan, dari umpan tarik Toma Basic. Bola masuk dengan presisi ke pojok atas gawang. Lazio unggul 2-1.

Namun, drama sesungguhnya baru dimulai. Di menit ke-86, Udinese menyamakan skor lewat Arthur Atta. Sundulan Vakoun Bayo dari umpan Zaniolo gagal ditepis sempurna oleh Motta, bola jatuh tepat di kaki Atta yang dengan mudah menceploskannya ke gawang kosong. Skor 2-2.

Tujuh Menit yang Mengguncang Olimpico

Belum cukup. Dari sepak pojok berikutnya, Atta dibiarkan tanpa pengawalan dan menyapu bola dengan kaki kanan bagian dalam dari jarak 12 yard, mengarah ke pojok bawah jauh. Brace untuk gelandang Prancis tersebut, dan Udinese balik unggul 3-2 di menit ke-93.

Tampaknya Lazio akan kalah dengan menyakitkan. Tapi sepak bola memang sulit ditebak. Di menit ke-95, sundulan Alessio Romagnoli memantul ke tiang dekat. Bola muntah disambar Pedro dengan umpan silang dari kanan, dan Daniel Maldini — putra dari legenda Paolo Maldini — dengan jeli memecah jebakan offside untuk menyelesaikan tap-in dari jarak dekat.

3-3. Stadio Olimpico meledak. Tujuh menit terakhir yang berisi tiga gol mengubah laga menjadi salah satu pertandingan paling spektakuler musim ini.

Hasil yang Tak Memuaskan, Tapi Pertunjukan yang Luar Biasa

Bagi Lazio, satu poin di kandang sendiri terasa kurang dengan situasi mereka di klasemen. Bagi Udinese, kehilangan dua poin di menit-menit akhir setelah dua kali memimpin jelas menyakitkan. Namun bagi penonton netral, ini adalah kemewahan sepak bola Italia yang sesungguhnya — penuh teknik, drama, dan emosi yang meletup-letup hingga menit terakhir.

Susunan Gol: Ehizibue 18′ (U), Pellegrini 50′ (L), Pedro 80′ (L), Atta 86′, 93′ (U), Maldini 95′ (L)

Visited 7 times, 1 visit(s) today