Mendikdasmen: Program Revitalisasi Sekolah Tahun Ini Berlanjut

Mendikdasmen: Program Revitalisasi Sekolah Tahun Ini Berlanjut

Basuki Medium.jpeg

Sabtu, 25 April 2026 – 15:47 WIB

Menteri Pendidikan Dasar dsn Menengah Abdul Mu'ti (tengah) didampingi Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono (kiri) menandatangani prasasti dalam Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Se-Kabupaten Banyumas di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (25/4/2026) siang. (Foto: Antara/Sumarwoto)

Menteri Pendidikan Dasar dsn Menengah Abdul Mu’ti (tengah) didampingi Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono (kiri) menandatangani prasasti dalam Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Se-Kabupaten Banyumas di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (25/4/2026) siang. (Foto: Antara/Sumarwoto)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan program revitalisasi dan digitalisasi satuan pendidikan akan terus berlanjut tahun ini guna meningkatkan mutu pembelajaran secara merata di seluruh Tanah Air.

“Selamat kepada sekolah yang menerima bantuan revitalisasi dan papan interaktif digital tahun 2025. Kami titip agar seluruh sarana dimanfaatkan sebagaimana mestinya untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti dalam peresmian revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Banyumas di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (25/4/2026).

Menurut dia, program tersebut merupakan bagian dari prioritas pemerintah dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi.

Anggaran Revitalisasi

Lebih lanjut ia menyampaikan pemerintah telah menyiapkan anggaran revitalisasi pada 2026 sebesar Rp14 triliun yang mencakup 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga mengusulkan tambahan anggaran untuk memperluas program revitalisasi hingga 60 ribu satuan pendidikan.

“Jika disetujui, total satuan pendidikan yang direvitalisasi bisa mencapai lebih dari 70 ribu sekolah,” katanya.

Guna mendukung digitalisasi, pemerintah juga merencanakan penambahan perangkat “interactive flat panel” (IFP) pada 2026 menjadi dua hingga tiga unit per satuan pendidikan, meningkat dari alokasi tahun sebelumnya.

Interactive Flat Panel (IFP) adalah layar sentuh berukuran besar beresolusi tinggi (4K) yang berfungsi sebagai papan tulis digital, proyektor dan komputer all-in-one. Alat ini memungkinkan pengguna menulis, berkolaborasi dan berbagi layar secara nirkabel, sering digunakan untuk ruang kelas modern dan rapat interaktif.

Selain itu, jumlah penerima Program Indonesia Pintar (PIP) juga ditingkatkan menjadi sekitar 19,6 juta siswa dari jenjang SD hingga SMA. Bahkan, untuk pertama kalinya bantuan PIP diberikan kepada sekitar 888 ribu siswa taman kanak-kanak.

Insentif Guru Honorer 

Pemerintah juga menaikkan insentif guru honorer dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan yang disalurkan langsung kepada penerima sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Mendikdasmen menegaskan berbagai kebijakan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan pendidikan sekaligus membantah anggapan adanya pengurangan anggaran pendidikan.

“Anggaran pendidikan tidak dikurangi, justru ditingkatkan untuk mendukung program prioritas dan penguatan karakter peserta didik,” katanya.

Lebih jauh Abdul Mu’ti menekankan pentingnya pembentukan budaya sekolah yang aman, sehat, bersih dan nyaman melalui pendekatan humanis dan partisipatif.

Ia juga menyoroti dampak negatif penggunaan teknologi digital secara berlebihan pada anak, seperti menurunnya konsentrasi hingga meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental.

Pembatasan Medsos

Oleh karena itu, pemerintah mendorong pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun serta penguatan literasi digital di lingkungan pendidikan.

Menurut dia, peningkatan mutu pendidikan tidak hanya dilakukan melalui penyediaan sarana dan prasarana, juga melalui penguatan karakter dan penerapan pembelajaran mendalam (deep learning).

Ditemui seusai acara, Abdul Mu’ti mengatakan prioritas revitalisasi pada 2026 difokuskan pada sekolah terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), serta sekolah dengan kondisi rusak berat.

“Saat ini kami masih menunggu persetujuan Kementerian Keuangan terkait usulan anggaran belanja tambahan untuk memperluas cakupan revitalisasi,” ungkapnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 6 times, 1 visit(s) today