Menteri PU Prioritaskan Pemulihan Jaringan Air Bersih di Wilayah Terdampak Gempa NTT

Menteri PU Prioritaskan Pemulihan Jaringan Air Bersih di Wilayah Terdampak Gempa NTT

Reyhaanah Medium.jpeg

Rabu, 19 Agustus 2026 – 17:11 WIB

Proses perbaikan jaringan air bersih di wilayah terdampak gempa NTT. (Dok. Kementerian PU)

Proses perbaikan jaringan air bersih di wilayah terdampak gempa NTT. (Dok. Kementerian PU)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperbaiki jaringan air bersih yang rusak akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemulihan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas pemerintah dalam penanganan pascabencana.

“Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani. Karena itu, infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar, termasuk sarana air bersih dan sanitasi, harus segera kita cek dan tangani sesuai kondisi di lapangan,” kata Dody, Rabu (19/8/2026)

Kementerian PU melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTT telah memeriksa sarana dan prasarana air minum di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Pemeriksaan meliputi instalasi pengolahan air (IPA), jaringan perpipaan, sarana distribusi, hingga tampungan air yang tersedia bagi masyarakat.

Salah satu perbaikan dilakukan pada jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Inpres 2024 IKK Nangaba di Kabupaten Ende. Jaringan tersebut rusak akibat gempa sehingga mengganggu distribusi air bersih kepada masyarakat.

Bekerja sama dengan PDAM Kabupaten Ende, perbaikan jaringan dilakukan sejak 16 Agustus dan rampung pada malam 17 Agustus 2026. Setelah perbaikan selesai, distribusi air kembali mengalir hingga ke sambungan rumah warga.

Kementerian PU juga mengerahkan 10 personel tambahan dari Kupang untuk memeriksa dan menangani sarana air minum di Maumere, Ende, dan Nagekeo.

Di Kabupaten Nagekeo, tiga mobil tangki air dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, pemerintah menyiapkan 16 hidran umum untuk mendukung distribusi air bersih selama masa tanggap darurat.

Dody mengatakan, penanganan akan dilakukan secara bertahap sesuai hasil pemeriksaan dan tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah.

“Kita akan terus lakukan pengecekan dan inventarisasi di lapangan supaya penanganannya tepat sasaran. Kalau sumber air dan jaringan masih bisa difungsikan, kita optimalkan. Kalau belum, kita siapkan alternatif agar masyarakat tetap mendapatkan layanan air bersih selama masa tanggap darurat,” jelas Dody.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 1 times, 1 visit(s) today