Kabar terbaru dari dunia gadget menyebutkan sebuah kejutan dari Apple. Ponsel pintar tertipis mereka, iPhone Air, diklaim memiliki daya tahan yang hampir menyamai iPhone 17 Pro yang berstatus flagship. Klaim ini bukan isapan jempol, melainkan hasil evaluasi keras dari Allstate Protection Plans, sebuah perusahaan layanan perlindungan perangkat elektronik terkemuka.
Menurut laporan GSM Arena, yang dikutip Minggu (28/9/2025), Allstate Protection Plans melakukan serangkaian uji jatuh (drop test) dan uji tekuk (bend test) ekstrem. Tujuannya jelas: menguji sejauh mana desain baru Apple memengaruhi daya tahan perangkat, sekaligus memberikan gambaran realistis tentang risiko dalam penggunaan sehari-hari.
Rangka Titanium iPhone Air Lolos Ujian Berat
Dalam uji tekuk yang menjadi momok banyak ponsel tipis, iPhone Air menunjukkan kegigihan luar biasa. Meskipun perangkat ini sangat tipis, hanya 5,6 milimeter ketebalannya, ia baru tertekuk pada tekanan 86 kilogram. Angka ini hanya sedikit di bawah saudaranya, iPhone 17 Pro, yang mampu menahan tekanan di atas 90 kilogram.
Yang patut dicatat, kedua perangkat ternyata masih tetap berfungsi dengan baik meski telah dibengkokkan. Para penguji mengakui bahwa kemampuan menahan tekanan ini jauh melebihi beban yang akan diterima ponsel dalam kondisi penggunaan normal sehari-hari.
Hasil ini secara meyakinkan menunjukkan bahwa penggunaan rangka titanium pada iPhone Air telah menghasilkan ponsel yang sangat kokoh.
Gagal Drop Test: Kelemahan di Kaca dan Layar
Namun, kekuatan rangka titanium tidak lantas membuat iPhone Air menjadi superhero anti-rusak. Ketika dihadapkan pada uji jatuh dari ketinggian 1,8 meter, kedua perangkat memang masih berfungsi —artinya mesin internalnya selamat— tetapi kerusakan fisik yang dialami berbeda signifikan.
iPhone Air mengalami kerusakan yang lebih parah dibandingkan iPhone 17 Pro. Panel Ceramic Shield 2 pada layarnya pecah dan bagian tepinya menjadi sangat tajam, sehingga ponsel tidak aman lagi digunakan dengan tangan kosong. Bagian belakang iPhone Air pun dilaporkan hancur total.
Sebaliknya, iPhone 17 Pro yang jatuh dari ketinggian yang sama hanya mengalami beberapa goresan minor, tanpa kerusakan parah yang membahayakan pengguna. Perbedaan hasil ini menunjukkan bahwa meski rangkanya kokoh, pelindung kaca dan panel belakang pada ponsel Apple terbaru model Air masih menjadi titik lemah.
Tetap Wajib Pakai Casing, Biaya Perbaikan Mahal
Terlepas dari kerusakan di bagian kaca, Allstate Protection Plans tetap memberikan pujian. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa desain baru kedua perangkat ini secara keseluruhan lebih unggul dalam hal daya tahan dibandingkan model-model lama, bahkan telah melampaui standar industri saat ini.
Meskipun demikian, ada satu pesan kunci: temuan ini tidak menggugurkan rekomendasi lama untuk selalu menggunakan casing pelindung dan pelindung layar.
Pengguna disarankan untuk tetap disiplin melindungi perangkat mereka, mengingat biaya perbaikan yang sangat mahal. Sebagai ilustrasi, biaya penggantian layar iPhone bisa mencapai US$329, atau setara sekitar Rp5,5 juta. Sebuah harga yang cukup membuat dompet menjerit.
Jadi, meski iPhone Air punya ketangguhan yang mendekat flagship iPhone 17 Pro, tapi risiko finansial akibat kelalaian tetap tinggi.














